<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589</id><updated>2011-04-22T04:32:31.103+07:00</updated><category term='emha'/><category term='renungan'/><category term='suplirahim'/><category term='tausyiah'/><category term='Ca Nun'/><category term='kiai kanjeng'/><category term='hikmah'/><title type='text'>Blognya Kholiqin .................</title><subtitle type='html'>"Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang, tetapi membutuhkan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-2436101105447730540</id><published>2009-05-13T17:09:00.001+07:00</published><updated>2009-05-13T18:12:38.340+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Itu Tidak Ada!!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”. “Kenapa kamu berkata begitu ?” timpal si konsumen. “Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit?, Adakah anak terlantar? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ?”. “Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. ” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cocok!” kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA ! Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur terbengong !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-2436101105447730540?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/2436101105447730540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=2436101105447730540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/2436101105447730540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/2436101105447730540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/05/tuhan-itu-tidak-ada.html' title='Tuhan Itu Tidak Ada!!!'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-7673999854151170580</id><published>2009-03-26T12:14:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tausyiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Ulat Bulu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs017.snc1/2638_75146900129_698275129_2256213_7382843_a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 151px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs017.snc1/2638_75146900129_698275129_2256213_7382843_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ulat Bulu&lt;/span&gt; . .. mungkin bagi kita adalah seekor binatang yang amat menjijikkan. Bahkan tak sedikit orang yang taku t, karena memang bulu bulunya beracun, yang apabila kena kulit akan berakibat gatal-gatal. Dan memang dengan cara demikianlah ulat bulu yang tegolong binatang tanpa tulang belakang dan sangat lunak itu mempertahankan hidupnya dari segala ancaman.&lt;br /&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;br /&gt;Namun, kalau kita perhatikan siklus hidup ulat bulu... masa hidupnya tidaklah lama...Karena beberapa minggu kemudian, setelah makan daun atau bunga.. sang ulat bulu kemudian membalut dirinya dengan kain kasa yang tebal hingga... terbentuklah sebuah kepompong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sangat menakjubkan... setelah beberapa lama ketika ulat bulu keluar dari kepompongnya... wujudnya telah berubah menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah..Bentuknyapun sangat lain dari wujud semulanya..Ulat Bulu yang telah berbentuk kupu-kupu.. terbang kesana kemari memancarkan aura keindahan warna yang sangat menyedapkan pandangan mata...Padahal sebelumnya ia hanya bisa merayap, makan... dan terus makan...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs017.snc1/2638_75147090129_698275129_2256216_8091208_a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 182px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs017.snc1/2638_75147090129_698275129_2256216_8091208_a.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Disisi lain... sang pohon yang merupakan tempat dimana ulat bulu hidup...sebagai induk semang koloni ulat bulu itu... seakan akan tiada pernah mengeluh... ia merelakan dirinya menjadi santapan utama bagi ulat bulu.. dan bahkan tidak sedikit dahan dan ranting...digunakan sang ulat sebagai sarang hingga daunnya digulung menjadi selimut panjang pada fase kepompong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu....., saat ulat bulu telah berubah menjadi seekor kupu-kupu... dapat kita perhatikan... sang kupu-kupu tak henti-hentinya selalu hinggap dari bunga satu ke bunga yang lainnya.. menari nari.. diatas serbuk sari bunga yang mulai mekar...merekah dengan bau yang sedap mengalun madu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kupu kupu melakukan tarian dinamis dan romantis itu....? ternyata... itulah tanda terimakasih sang kupu untuk membalas segala nikamat makanan dan tumpangan hidup yang selama ini ia rasakan dari sang pohon semasa menjadi ulat dan kepompong. Tarian dinamis itu, membawa serbuk sari jantan dan membuakannya ke serbuk sari betina yang ia sebar ke seluruh bunga... Dengan menjadi perantara serbuk sari untuk membuahi bunga betina hingga tumbuh benih buah yang sangat diinginkan manusia, dan sang pohon bisa meregenerasi... dan itulah bentuk balas budi sang ulat bulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sahabat....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.bradfitzpatrick.com/store/images/products/preview/pc002-cartoon-baby-boy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 154px;" src="http://www.bradfitzpatrick.com/store/images/products/preview/pc002-cartoon-baby-boy.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semasa baru lahir hingga remaja... kita senantiasa bergelayut dan meminta makan, minum serta menumpang perlindungan pada orang tua kita.. Tanpa pamrih keduanya memberikan segala kasih sayang dan perlindungan pada diri kita, sebagaimana sang ulat bulu yang terus menerus meminta pada sang pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat bayi... kita sangat lemah bahkan kulit terasa gembur dan rentan terhadap penyakit.. namun berkat selimut perlindungan dan bimbingan orang tua kita..kini kita dapat merangkak pelan namun pasti, bahkan akhirnya dapat berlari kesana kemari... berkarier... menyandang gelar Insinyur... doktor... dan sederet titel .... menjadi seorang pejabat.....Namun aneh.... kita kadang tidak bisa berbuat seperti kupu-kupu... yang berusaha membalas segala jasa penolong utama kita..Tapi justru.. seringkali masa bodoh...melakukan sikap kamuflase didepan orang tua...berkata ah... orang tua ketinggalan jaman...kurang gaul... dan kalimat-kalimat lain yang kurang pantas disebut... atau bahkan tidak jarang 'membuang" orang tua dalam asuhan panti jompo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sahabat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika ulat bulu yang 'menjijikkan' saja mampu membalas budi terhadap pohon sang pelindung... kenapa kita tidak... Apakah karena faktor 'gengsi' dan kepentingan dunia yang jauh dari syariat... menghalangi kita untuk 'bermetamorfosa' menjadi hidup yang lebih dekat dengan Tuhan....Semoga Tuhan senantiasa melindungi dan menyayangi orang tua kita... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amiin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-7673999854151170580?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/7673999854151170580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=7673999854151170580' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/7673999854151170580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/7673999854151170580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/ulat-bulu.html' title='Ulat Bulu'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-6573400505006431133</id><published>2009-03-19T11:43:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.658+07:00</updated><title type='text'>BERAPA LAMA KITA DIKUBUR ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Zapee2YdYXw/ScHRIBlxasI/AAAAAAAAAE0/cVLdZ1wg8uc/s1600-h/kuburan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 227px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zapee2YdYXw/ScHRIBlxasI/AAAAAAAAAE0/cVLdZ1wg8uc/s320/kuburan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314758971069917890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Awan s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;edikit m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;endung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari ge&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;mbira di atas jalanan meny&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;eberangi kawasan lampu merah Karet.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Baju merahnya yg Ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;besaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan &amp;amp; kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;19-10-1915&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;20-  01-1965&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia  mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... "&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;19-02-1882&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; : 30-01-1910"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; yah?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Ayahnya tersenyum, "Lalu?" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Lalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; menunduk ... Meneteskan air mata...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; Kalau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; Innalillaahi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;WA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt; inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;  ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya  naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sumber: kiriman dari seorang sahabat)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-6573400505006431133?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/6573400505006431133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=6573400505006431133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/6573400505006431133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/6573400505006431133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/berapa-lama-kita-dikubur.html' title='BERAPA LAMA KITA DIKUBUR ?'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Zapee2YdYXw/ScHRIBlxasI/AAAAAAAAAE0/cVLdZ1wg8uc/s72-c/kuburan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-5764113460834461147</id><published>2009-03-17T18:51:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.642+07:00</updated><title type='text'>Budaya Perayaan Ulang Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zapee2YdYXw/ScHRraBbzyI/AAAAAAAAAE8/wWPih7zbQok/s1600-h/ultah.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 166px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zapee2YdYXw/ScHRraBbzyI/AAAAAAAAAE8/wWPih7zbQok/s320/ultah.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314759578923814690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh akulturasi budaya yang begitu cepat merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari di era globalisasi ini. Kemajuan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi memberi pengaruh luas dalam kehidupan sehari-hari, bahkan merombak sistem sosial. Globalisasi ekonomi dan budaya berpengaruh pada penciptaan kultur yang homogen yang mengarah pada penyeragaman selera, konsumsi, gaya hidup, nilai, identitas, dan kepentingan individu. Sebagai produk modernitas, globalisasi tidak hanya memperkenalkan masyarakat di pelosok dunia akan&lt;br /&gt;kemajuan dan kecanggihan sains dan teknologi serta prestasi lain seperti instrumen dan institusi modern hasil capaian peradaban Barat sebagai dimensi institusional modernitas, tetapi juga mengintrodusir dimensi budaya modernitas, seperti nilai-nilai demokrasi, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia. Banyak hasil akulturasi budaya yang kemudian mempengaruhi kehidupan kita. Salah satunya adalah budaya perayaan ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini perayaan ulang tahun telah menjadi tradisi yang begitu melekat dalam masyarakat kita. Bukan hanya perayaan ulang tahun seseorang saja yang sekarang ini dirayakan, ulang tahun pernikahan, ulang tahun lembaga pendidikan, ulang tahun perusahaan, ulang tahun institusi atau badan tertentu, ulang tahun kota, bahkan ulang tahun kemerdekaan semuanya diperingati. Berbagai bentuk acara dilaksanakan dalam tradisi perayaan ulang tahun ini, mulai dari tiup lilin, memotong nasi tumpeng, memotong kue ulang tahun, lomba-lomba, pesta-pesta, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, hukum merayakan ulang tahun tidak ditemukan di dalam nash, baik yang secara langsung melarang dan juga menganjurkannya. Kita tidak menemukan riwayat yang menceritakan bahwa setiap tanggal kelahiran Rasulullah SAW, beliau merayakannya atau sekedar mengingat-ingatnya. Begitu juga para shahabat, tabiin dan para ulama salafusshalih. Kita juga tidak pernah dengar misalnya Imam Syafi’i merayakan ulang tahun lalu potong kue dan tiup lilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kita pun tidak bisa main vonis bahwa segala bentuk fenomena masyarakat yang tidak ada contohnya di zaman nabi menjadi haram hukumnya. Mengingat di dalam kaidah fiqih, kita justru mendapat ketentuan yang sebaliknya. Kaidah itu sangat terkenal dan menjadi ukuran dalam mengeluarkan fatwa hukum yakni al-Ashlu fil asya’ al-ibahah (Hukum dasar segala sesuatu adalah boleh). Khususnya dalam masalah sosial kemasyarakatan, atau masalah budaya, atau kebiasaan yang berkembang di suatu masyarakat, atau masalah muamalat dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukumnya dasarnya adalah boleh, halal dan tidak ada larangan. kecuali apa yang ditentukan keharamannya secara pasti oleh nash-nash yang shahih dan sharih (accurate texts and clear statements). Yang dimaksud shahih artinya sanad riwayatnya bisa diterima secara kaidah hukum kritik hadits. Sedangkan sharih artinya larangan itu bersifat tegas, eksplisit serta jelas-jelas menyebutkan bentuk perbuatan yang diharamkan. Bukan sesuatu yang masih bersifat multi tafsir atau bisa ditafsirkan ke sana kemari. Maka, jika tidak ada nash seperti itu, hukumnya kembali kepada dasarnya, yakni istishab hukmil ashl. Prinsip inilah yang bisa dipakai dalam menentukan hukum segala sesuatu selain ibadah dan akidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaidah hukum itu berdasarkan ayat-ayat yang jelas sharih. Firman Allah, "Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu ."(Q.S. Al-Baqarah:29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam surat Al-Jatsiyah: 13 dan Luqman: 20. Inilah bentuk rahmat Allah kepada&lt;br /&gt;umat manusia dengan berlakunya syariat yang memperluas wilayah halal dan mempersempit wilayah haram, seperti ditegaskan oleh Nabi saw., "Apa yang Allah halalkan dalam kitab-Nya, maka ia adalah halal (hukumnya) dan apa yang Dia haramkan, maka (hukumnya) haram. Sedang apa yang Dia diamkan, maka ia adalah suatu yang dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terimalah pemaafan-Nya, karena Allah tidak mungkin melupakan sesuatu."(H.R. Hakim &amp;amp; Bazzar). Rasulullah juga bersabda, "Sesuatu yang halal itu adalah apa yang dihalalkan Allah dalam kitab-Nya; dan sesuatu yang haram itu adalah apa yang diharamkan Allah dalam kitab-Nya; dan apa yang Allah diamkan (tidak sebutkan) berarti termasuk apa yang dimaafkan (dibolehkan) untuk kamu."(H.R.Tirmidzi dan Ibnu Majah). Bahkan Rasulullah saw. melarang kita mencari-cari alasan untuk mempersoalkan sesuatu yang Allah sengaja diamkan. Beliau&lt;br /&gt;bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa hal fardhu, maka jangan kamu abaikan; dan telah menggariskan beberapa batasan, maka jangan kamu langgar; dan telah mengharamkan beberapa hal, maka jangan kamu terjang; serta telah mendiamkan beberapa hal sebagai rahmat bagi kamu tanpa unsur kelupaan, maka jangan kamu permasalahkan."(H.R. Dar al-Quthni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa perayaan ulang tahun sesungguhnya merupakan tradisi yang ada dalam masyarakat akibat gencarnya arus globalisasi yang telah terjadi belakangan ini. Perayaan ulang tahun ini sesungguhnya tidak pernah disunnahkan untuk&lt;br /&gt;dirayakan. Karena itu hukumnya tidak pernah sampai kepada sunnah apalagi wajib. Kalau pun didasarkan pada tradisi, maka paling tinggi hukumnya mubah. Namun bila memberatkan bahkan menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat apalagi mengandung hal-hal yang diharamkan Allah SWT. Seperti, alkohol (baca: khamar), zina, maksiat, serta hal-hal yang memang secara prinsipil telah ditegaskan keharamannya oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. maka hukumnya menjadi haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika akhirnya harus ada perayaan ulang tahun, maka sebaiknya harus memiliki tendensi pesan berupa rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan pada kita. Tetapi jika dalam pelaksanaannya perayaan ulang tahun ini lebih kepada hal yang bersifat hura-hura dan mubadzir, maka hal demikian menurut saya adalah kesalahan memaknai rasa syukur kepada Allah. Cara yang paling tepat untuk bersyukur adalah mengundang kaum dhuafa / fakir miskin serta berdoa bersama atas segala nikmat lahir, bathin yang Allah SWT. berikan, ini yang lebih bermanfaat secara syariat. Selain itu, ulang tahun bisa juga dirayakan dengan melakukan muhasabah dan refleksi terhadap umur yang telah Allah berikan, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang lalu dengan kebaikan-kebaikan di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang paling penting dalam menyikapi sesuatu adalah esensi niat dan praktek secara benar dari amaliah yang kita lakukan sehingga pelaksanaannya tidak menyimpang dari yang disyariatkan serta bernilai Ibadah dihadapan Allah SWT. Wallahu a’lam bisshowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-5764113460834461147?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/5764113460834461147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=5764113460834461147' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/5764113460834461147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/5764113460834461147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/budaya-perayaan-ulang-tahun.html' title='Budaya Perayaan Ulang Tahun'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zapee2YdYXw/ScHRraBbzyI/AAAAAAAAAE8/wWPih7zbQok/s72-c/ultah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-6212943002263632618</id><published>2009-03-17T18:00:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ca Nun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kiai kanjeng'/><title type='text'>Tak Sudah-Sudah</title><content type='html'>Ketika mendengar Syair Lagu ini ... kok menggelitik hati untuk mengabadikan dicatatanku...&lt;br /&gt;yok kita baca dan dengar sama-sama, syair dari Kiai Kanjeng nya Cak Nun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tak Sudah-Sudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika belum - Kepingin sudah&lt;br /&gt;Ketika sudah - Kepingin tambah&lt;br /&gt;Sesudah ditambahi - Kepingin lagi&lt;br /&gt;Kepingin lagi - Lagi dan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berlari - memperbudak diri&lt;br /&gt;Tuhan mengajarkan -  yang cukupan saja&lt;br /&gt;Tapi kita Tak - pernah krasan&lt;br /&gt;Karena kekurangan - maunya berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kurang - tak berpenghabisan&lt;br /&gt;Kepada dunia - tak pernah kenyang&lt;br /&gt;Itulah api - yang menghanguskan&lt;br /&gt;Itulah nafsu - Lambang kebodohan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya pada Tuhan - Kita slalu kurang&lt;br /&gt;Hati belingsatan - Kangen tak karuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada cinta-Mu - Aku kelaparan&lt;br /&gt;Apapun ongkosnya - Kubayar sukarela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sudah - sudah&lt;br /&gt;Kok belum saja&lt;br /&gt;Kok terus saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sifat manusia memang seperti itu....&lt;br /&gt;Hanya kita dan tuhan yang mampu menjawabnya......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-6212943002263632618?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/6212943002263632618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=6212943002263632618' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/6212943002263632618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/6212943002263632618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/tak-sudah-sudah.html' title='Tak Sudah-Sudah'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-8847095393480204237</id><published>2009-03-16T20:56:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suplirahim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kiai kanjeng'/><title type='text'>Jangan Bersedih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Zapee2YdYXw/ScHc09c5qFI/AAAAAAAAAFM/jpDUmSXzM3Q/s1600-h/air_mata.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 233px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zapee2YdYXw/ScHc09c5qFI/AAAAAAAAAFM/jpDUmSXzM3Q/s320/air_mata.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314771837680986194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hilite"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada orang yang tida&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hilite"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;k pernah bersedih di dunia ini. Kesedihan itu nampaknya sangat dekat dengan kehidupan yang fanah ini. Kita bersedih mungkin masalah anak kita. Kita bersedih karena masalah harta kita, ada yang hilang atau rusak. Kita juga bersedih karena kematian anggota keluarga kita, sang kekasih, suami istri, anak, orangtua, kakek/nenek dan sebagainya. Kesedihan pun sering terjadi karena ujian tidak lulus, tidak lulus ujian untuk memperoleh sertifikasi, lesen untuk drive dan sebagainya. Singkat kata kesedihan itu memang pasti kita alami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hilite"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetapi mungkin kita boleh bersepakat bahwa di dunia ini tidak ada yang kekal. Karena itu kesedihan itu terkadang diganti dengan kegembiraan. Sebaliknya kegembiraan akan diganti dengan kesedihan lagi. Pada saat menunggu kelahiran anak kita yang masih di dalam kandungan istri kita tegang, stress dan semua tidak enak. Pada saat berikutnya kita gembira karena anak yang ditunggu-tunggu lahir dengan selamat. Tetapi tak lama setelah itu kita pun kembali bersedih karena mertua kita, orang yang pernah melahirkan orang yang kita cintai telah mendahului kita. Begitulah kejadian dalam hidup kita ini, sampai kita tiada lagi. Tetapi sebetulnya kita tidak pantas bersedih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="hilite"&gt;Pembaca kita tidak pantas bersedih&lt;/span&gt;, karena kesedihan itu akan membuat harta yang tersimpan di lemari-lemari Anda yang indah, di istana-istana Anda yang megah, dan di dalam kebun-kebun Anda yang hijau itu hanya akan menambah kecemasan dan kesedihan Anda saja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="hilite"&gt;Kita jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;bersedih&lt;/span&gt;, karena kesedihan itu akan membuat obat yang diberikan dokter, dijual di apotik, dan diagnosa seorang dokter tidak akan pernah membahagiakan diri Anda. Apalagi bila anda masih menanamkan kesedihan dalam hati, menggantungkan kesedihan di dalam kedua kelopak mata, membiarkan diri Anda untuk dimasuki kesedihan itu, dan menyusupkannya di bawah kulit, maka semuanya itu akan sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="hilite"&gt;Kita tidak perlu&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;bersedih&lt;/span&gt;, karena Anda masih memiliki do’a. Anda boleh bersimpuh di depan pintu-pintu Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Anda dapat memperoleh ketenangan di depan pintu-pintu Sang Raja Diraja. Anda juga masih memiliki waktu sepertiga akhir malam dan masih menempelkan dahi ke tanah, bersujud.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semestinya kita tidak perlu &lt;span class="hilite"&gt;bersedih&lt;/span&gt;, karena Allah telah menciptakan bumi dengan segala isinya, telah menumbuhkan taman-taman yang memberikan pemandangan indah, kebun-kebun yang berisi tumbuh-tumbuhan yang indah dan rimbun untukmu, kurma-kurma yang tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun, bintang-bintang bercahaya, hutan belantara, dan sungai-sungai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengapa kita harus &lt;span class="hilite"&gt;bersedih&lt;/span&gt;, karena Anda masih dapat minum air yang jernih, menghirup udara yang segar, berjalan di atas kedua kaki tanpa menggunakan alas kaki, dan Anda masih dapat tidur nyenyak pada malam hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk itu mari kita perbanyaklah membaca istighfar agar anda menemukan jalan keluar, mendapatkan ketenangan batin, harta yang halal, dan keluarga yang shalih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sabda Nabi: “Barang siapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap kecemasan dan akan membukakan pintu keluar dari setiap kesempitan”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rujukan dari Laa tahzan, Dr. Aidh alqarny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebuah syair dari Emha:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;jangan bersedih duhai kekasih&lt;br /&gt;daku pahami hatimu yang perih&lt;br /&gt;hadapilah dengan jernih&lt;br /&gt;berhentilah merintih-rintih&lt;br /&gt;pandangilah luasnya bumi&lt;br /&gt;serta cerahnya matahari&lt;br /&gt;Tuhan selalu merahmati&lt;br /&gt;burung pun turun menari-nari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukagumi paras cantikmu&lt;br /&gt;kurasakan tulus hatimu&lt;br /&gt;awan yang gelap akan berlalu&lt;br /&gt;langit hidupmu cerah membiru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la tahzanu ya habibii&lt;br /&gt;inni syahid bil mihnati&lt;br /&gt;la tahzanu ya habibi&lt;br /&gt;inni syahid bil mihnati&lt;br /&gt;ajaluna mahdudati&lt;br /&gt;wa liqauna fil jannati&lt;br /&gt;ajaluna mahdudati&lt;br /&gt;wa liqauna fil jannati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukagumi paras cantikmu&lt;br /&gt;kurasakan tulus hatimu&lt;br /&gt;awan yang gelap akan berlalu&lt;br /&gt;langit hidupmu cerah membiru&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/206768231/Jangan_Bersedih.rar" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Download mp3 &lt;em&gt;Jangan Bersedih&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-8847095393480204237?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/8847095393480204237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=8847095393480204237' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/8847095393480204237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/8847095393480204237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/jangan-bersedih.html' title='Jangan Bersedih'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Zapee2YdYXw/ScHc09c5qFI/AAAAAAAAAFM/jpDUmSXzM3Q/s72-c/air_mata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-5608140726679344572</id><published>2009-03-13T15:07:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.684+07:00</updated><title type='text'>Tidak Cukup Hanya Menangisi</title><content type='html'>Kehilangan memang menyakitkan. Apapun yang terlepas, baik dalam kontek pribadi atau yang lebih luas, tentu rasanya menyedihkan. Karena apa yang kita miliki lekat sebagai bagian dari hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat wajar kalau kemudia ada tangis, minimal kesedihan yang menggumpal di dada. Mungkin tangis ini bisa meringankan sebagian beban hati. Boleh jadi air matapun bisa membasahi panas hati yang terasa tak menentu. Namun tangis saja tidaklah cukup. Mesti ada tindakan lain yang kita lakukan ketika didesa kehilangan. Beberapa laternatif yang mungkin bisa menjadi solusi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ingat kembali sebab kehilangan kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungki perlu waktu sejenak untuk mengais masa lalu, untuk mengetahui sebab-sebab kehilangan. apakah karena kecerobohan, atau kelalaian kita. Atau karena terlalu kuatnya sisi eksternal yang membuat kita "tidak berdaya". Terlalu banyak yang merusak daripada yang membangun. Apalagi kalau yang membangun hanya kita sendirian sementara yang merusah berjumlah seribu.&lt;br /&gt;Dengan melihat sebab kehilangan, kita bisa menemukan 'obat' penawarnya. Bak seorang dokter yang sedang memeriksa pasiennya, yang mencoba mencari sebab pengganggu kesehatan, untuk memberikan obat yang sesuai.&lt;br /&gt;Kalau dulu kita kehilangan karena kurang perhatian atau masih ceroboh, kini kita harus lebih waspada. Kalau kehilangan itu karena kita meletakkannya ditempat yang rawan, maka jauhi tempat itu. Jika kita harus berada ditempat itu maka kewaspadaan mesti kita lipat gandakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Bangkitkan kenangan, dimana dulu kita mendapatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita pasti mempunyai kenangan yang baik. kenangan pada seseorang, kenangan pada tempat, kenangan pada suasana. Kenangan itu masih terekam dalam ingatan, bahkan mungkin sulit terhapus oleh pergantian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada kalanya sebagian hidup kita terasa telah hilang. Boleh jadi kemesraan keluarga yang dulu ada kini entah kemana perginya. Maka perlu kita 'datangi' kembali tempat-tempat pertama kami kita mengukir kemesraan itu. Ini hanyalah sebagian cara untuk membangkitkan kembali kebaikan yang dulu pernah kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi dulu kita sering melakukan sholat dan puasa sunnah, namun karena kesibukan kini sulit untuk kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mencoba kembali kebelakang beberapa saat, untuk membangkitkan kenangan bahwa dulu kita pernah mengukir kebaikan-kebaikan, dengan harapan, kenangan itu menjadi pemicu bangkitnya naluri kita untuk kembali berbuat kebaikan yang mungkin hampir punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Jadikan orang sekeliling kita sebagai pengontrol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan bisa jadi muncul akibat kita tidak sanggup menjaganya. Kalau demikian adanya, tentu kita harus membuat kontrol-kontrol diri yang akan menjaga semua yang kita miliki.  Kita bisa menjadikan orang-orang disekeliling kita menjadi pengontrol pagi perjalanan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman merupakan 'partner' yang semestinya bisa memberikan kontrol positif. Tanpa itu, persahabatan tidaklah banyak berarti. Dan dari mereka kita bisa mendapatkan masukan, nasehat, peringatan dan teguran. Ini semua merupakan pengawas dan penyeimbang langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain teman, musuhpun bisa menjadi pengontrol langkah kita. Karena musuh selalu mencari kelemahan kita. Dengan demikian sebenarnya kita secara cuma-cuma sedang menuai kritik, yang boleh jadi sebagian atau keseluruhannya ternyata bernuansa positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama salaf berkata, ' kenikmatan dan orang orang iri selalu beriringan. jika ada kenikmatan  disana pasti ada orang yang iri. maka jika tidak ada orang yang iri kepada anda berarti anda telah kehilangan banyak kebaikan dalam hidup'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrol inilah yang akan menjada kita dari kehilangan untuk kedua kalinya. Kontrol ini lah yang mengingatkan dan mencegah agar kita tidak bersedih dan menangis untuk kasus kehilangan yang sama. Jadikan teman, lawan dan catatan sejarah sebagai cermin yang bening, tempat dimana kita dapat melihat paya yang hilang dari kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Cari kembali mutiara yang hilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kata terlambat. karena 'mutiara' itu mungkin hanya terselip dari pandangan mata kita. Mungkin kita hanya butuh sedikit lelah fisik dan lelah hati, kemudian 'mutiara' itu akan berada ditangan kita kembali. ada rasa kebahagiaan yang tidak terlukiskan, bahkan mungkin akan lebih bahagia dibandingkan ketika kita memegangnya pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga sahabat yang dihukum karena tidak ikut perang Tambuk sangat tersiksa karena tidak disapa oleh sahabat-sahabatnya sebagai konsekwensi hukuman. Hal ini tidaklah mudah, terlebih ada tawaran musuh untuk meninggalkan sahabatnya itu dengan tawaran menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ketaatan, tawaran tersebut di tolak, dan ketika wahyu sebagai tanda ampunan tirun, mereka seakan mendapatkan nyawa baru. Sebelum peristiwa hukuman itu, mereka sering disapa sahabatnya, dan hal ini adalah sesuatu yang biasa, namun setelah peristiwa itu, sapaan sahabat jadi sangat berarti, seakan mereka hidup kembali setelah terasing sekian lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Tawakal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mulai khawatir akan kehilangan sesuatu, maka segeralah berdialog kepada Allah agar dia menjaga kita dan apa-apa yang kita takutkan akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta tolong dan menggantungkan harapan kepada sesama manusia, seringkali tidak mendatangkan solusi, Bahkan bisa menyesatkan.   Berpindah kepada Allah yang maha mengetahui kepada perginya yang hilang dan 'tempat menitip' yang paling amankaren apa yang kita miliki tidak mungkin rusak dan hilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-5608140726679344572?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/5608140726679344572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=5608140726679344572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/5608140726679344572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/5608140726679344572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/tidak-cukup-hanya-menangisi.html' title='Tidak Cukup Hanya Menangisi'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-4532308586244715935</id><published>2009-03-12T16:23:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.717+07:00</updated><title type='text'>Alqur'an di Tengah Karpet</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;"Ibu Guru ada Qur'an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet.       Sekarang&lt;br /&gt;      anda berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya&lt;br /&gt;      mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"&lt;br /&gt;      Murid-muridnya berpikir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt; yang mencuba alternatif       dengan tongkat, dan&lt;br /&gt;      lain-lain.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia&lt;br /&gt;      ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet .&lt;br /&gt;      "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. ..&lt;br /&gt;      Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang-terang.&lt;br /&gt;      ..Karena tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun&lt;br /&gt;      tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan&lt;br /&gt;      menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      "Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi       yang&lt;br /&gt;      kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang&lt;br /&gt;      kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau&lt;br /&gt;      dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan&lt;br /&gt;      dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu&lt;br /&gt;      persatu, baru rumah dihancurkan. ..."&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      "Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan&lt;br /&gt;      menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan&lt;br /&gt;      anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain,&lt;br /&gt;      sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran&lt;br /&gt;      Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka&lt;br /&gt;      inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang&lt;br /&gt;      Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      "Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-injak Ibu       Guru?" tanya&lt;br /&gt;      murid- murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang,&lt;br /&gt;      misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang&lt;br /&gt;      tidak lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan,&lt;br /&gt;      mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang&lt;br /&gt;      serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka&lt;br /&gt;      akan sadar".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-4532308586244715935?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/4532308586244715935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=4532308586244715935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4532308586244715935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4532308586244715935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/alqur-di-tengah-karpet.html' title='Alqur&amp;#39;an di Tengah Karpet'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-1180429293858040775</id><published>2009-03-12T16:22:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.701+07:00</updated><title type='text'>Kapur dan Alat Pemadam</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:inherit;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:inherit;font-size:12;"  &gt;Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada&lt;br /&gt;     murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya&lt;br /&gt;     ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya&lt;br /&gt;     ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur,&lt;br /&gt;     di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka&lt;br /&gt;     berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah       "Pemadam!"&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;     Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian&lt;br /&gt;     mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin&lt;br /&gt;     cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang&lt;br /&gt;     perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!",       jika&lt;br /&gt;     saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan       seperti&lt;br /&gt;     tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk, dan sangat sukar&lt;br /&gt;     untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak&lt;br /&gt;     lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;     Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah&lt;br /&gt;     kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil.&lt;br /&gt;     Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita&lt;br /&gt;     memaksakan kepada kita dengan berbagai cara, untuk menukarkan&lt;br /&gt;     sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama&lt;br /&gt;     mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus&lt;br /&gt;     disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya&lt;br /&gt;     lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat&lt;br /&gt;     mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan&lt;br /&gt;     menukar nilai dan etika.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;     "Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang aneh,&lt;br /&gt;     Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang&lt;br /&gt;     lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan&lt;br /&gt;     dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang&lt;br /&gt;     wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span style="font-family:inherit;"&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:inherit;"&gt;&lt;span style="font-family:inherit;"&gt; hidup dan&lt;br /&gt;     lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda&lt;br /&gt;     sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan&lt;br /&gt;     kemaksiatan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-1180429293858040775?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/1180429293858040775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=1180429293858040775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/1180429293858040775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/1180429293858040775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/kapur-dan-alat-pemadam.html' title='Kapur dan Alat Pemadam'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-7351381623456514574</id><published>2009-03-10T19:37:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.740+07:00</updated><title type='text'>Rasa Malu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bungakehidupan.files.wordpress.com/2007/10/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 97px;" src="http://bungakehidupan.files.wordpress.com/2007/10/images.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasa Malu adalah perhiasan keindahan dan perhiasan kesempurnaan. Seseorang yang pemalu terhormat dalam pandangan manusia. Dia akan dihargai dan dimuliakan. Seorang Pemalu bila melihat sesuatu yang tidak ia sukai maka ia palingkan pandangannya. Apabila melihat suatu kebaikan ia segera menerima dan menyambutnya tapi jika ia melihat kejahatan (keburukan) ia menjauhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menolak kezaliman dan pelanggaran, dan dia selalu waspada terhadap kefasikan dan kedurhakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila berbicara dengan orang dia seolah olah takut salah dan menjauhi semua larangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang kurang malunya maka kurang imannya dan kurang pula yang menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW Bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apabila kamu tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sekehendak hatimu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Abdul aziz Salim Basyarahil)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-7351381623456514574?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/7351381623456514574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=7351381623456514574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/7351381623456514574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/7351381623456514574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/rasa-malu.html' title='Rasa Malu'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-388692923716694181</id><published>2009-03-09T15:01:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.762+07:00</updated><title type='text'>Maafkan dan lupakan !</title><content type='html'>Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuat batu HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-388692923716694181?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/388692923716694181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=388692923716694181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/388692923716694181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/388692923716694181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/maafkan-dan-lupakan.html' title='Maafkan dan lupakan !'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-4100038691922454798</id><published>2009-03-08T19:29:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.780+07:00</updated><title type='text'>Sederhana dan Berlebihan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap sederhana, ternyata tidak sederhana. Sikap hidup sederhana tidak sesederhana menasehatkannya. Buktinya, meskipun dari dulu dikampanyekan, belum terlihat ada pendukungnya, kecuali dari kalangan mereka yang memang kesederhanaan sudah menjadi keniscayaan mereka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap sederhana, sedang atau bersahaja adalah sikap tengah yang sangat dianjurkan oleh Islam. Kebalikannya adalah sikap berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan dalam hal apa saja dikecam tidak hanya oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulai dari makan dan minum, Allah melarang kita berlebih-lebihan. “Yaa banii Aadama khudzuu ziinatakum ‘inda kulli masjidin wakuluu wasyrabuu walaa tusrifuu, innahu laa yuhibbul musrifiin” (QS. al-A’raf 6: 31), “Wahai anak-cucu Adam, pakailah busana indahmu di setiap masjid (ketika akan shalat, thawaf, atau ibadah-ibadah yang lain); makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai mereka yang berlebih-lebihan.” Bahkan, bersedekah pun kita tidak boleh berlebih-lebihan (Baca QS. 6: 141)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam surah al-Isra ayat 29, secara metaforik yang indah, Allah memberi pedoman sikap tengah-tengah yang tidak berlebihan di dalam menyikapi harta, tidak bakhil dan tidak boros. Firman-Nya:“Walaa taj’al yadaaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuth-haa kullal basthi fataq’udaa maluuman mahsuuraa.” (Dan janganlah jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan terlalu membebernya, nanti kamu dicela dan menyesal).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita tidak boleh bakhil, berlebih-lebihan menyayangi harta dan tidak boleh tabdziir, berlebih-lebihan dalam mentasarufkan sesuatu. Tabdziir yang dilarang dan pelakunya disebut sebagai ‘kawan-kawannya para setan’ (QS. 17: 27), biasanya hanya diartikan sebagai berlebih-lebihan mentasarufkan uang atau menghambur-hamburkan uang. Sehingga, sering kali kita saksikan banyak dari kalangan kaum Muslim yang dalam hal uang tidak tabdziir, tapi tanpa sadar suka menghambur-hamburkan air ketika berwudhu, misalnya. Atau, menghambur-hamburkan energi listrik, setiap hari. (Boleh jadi, karena santernya isu krisis energi di dunia saja yang mulai menyadarkan kita akan perlunya bersikap tidak berlebih-lebihan dalam hal ini).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam beragama pun, kita tidak boleh berlebih-lebihan, melampaui batas. Dalam surah al-Maidah ayat 87, Allah berfirman kepada kaum beriman: “Yaa ayyuhalladziina aamanuu laa tuharrimuu thayyibaati maa ahallaLlahu lakum walaa ta’taduu, innallaha laa yuhibbul mu’tadiin” (Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengharamkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai mereka yang melampaui batas).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam berjuang fii sabiilillah juga demikian. “Waqaatiluu fii sabiiliLlahi alladziina yuqaatiluunakum walaa ta’taduu, innaLlaha laa yuhibbul mu’tadiin.” (QS. 2: 190) “Dan perangilah-di jalan Allah-mereka yang memerangimu dan jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai mereka yang melampaui batas).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah, apabila kita perhatikan firman-firman Allah dan sabda-sabda serta contoh tauladan Rasulullah SAW, jelas sekali bahwa sikap berlebih-lebihan dalam apa saja-termasuk dalam beribadah-sangat dilarang. Berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam banyak hal terbukti sering menimbulkan masalah. Menyukai dunia dan materi berlebihan telah terbukti menjerumuskan banyak kaum dalam bencana. Menyintai dan membenci orang berlebihan telah terbukti banyak menimbulkan problem kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sisi lain, orang yang berlebihan, sulit dibayangkan bisa berlaku adil dan istiqamah. Dua hal yang menjadi kunci kebahagian dan kedamaian dunia akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://gusmus.net/page.php?mod=dinamis&amp;amp;sub=10&amp;amp;id=843&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-4100038691922454798?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/4100038691922454798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=4100038691922454798' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4100038691922454798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4100038691922454798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/sederhana-dan-berlebihan.html' title='Sederhana dan Berlebihan'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-8005484821931988275</id><published>2009-03-08T19:25:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.797+07:00</updated><title type='text'>Keluarga Harmonis</title><content type='html'>Rasa kecewa dan tak puas bisa menghadapi tiap orang. Bisa perorangan, bisa juga massal. Bisa sederhana, dan bisa dahsyat. Kekecewaan memang dapat berakibat macam-macam, dengan kadar berbeda. Kekecewaan yang memupuk akan berakibat fatal. Apalagi, jika tak hanya melanda perorangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ayah akan kecewa jika melihat anaknya tak menuruti nasihatnya. Sebaliknya, sang anak kecewa terhadap ayahnya karena tak mengerti kemauannya. Jika berlarut, bisa jadi hubungan kasih sayang ayah-anak terlupakan. Keduanya pun bisa bermusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anak kecewa terhadap orangtuanya karena permintaan-nya tak dipenuhi. Padahal, boleh jadi bukan materi permintaannya yang ditolak. Tapi, waktunya yang tak tepat. Sebaliknya, ada orangtua yang begitu mendengar permintaan anaknya, langsung marah. Padahal, ia sebetulnya tetap akan mengabulkan permintaan anaknya. Kemarahannya itu hanya karena memang jiwa sang ayah begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh tersebut, memang sekedar karikatur keluarga kurang harmonis. Keluarga harmonis adalah keluarga yang hidup damai. Seluruh anggota saling menyayangi dan menghargai. Suka dan duka dihadapi bersama dengan penuh ketulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dalam lingkungan kecil. Dalam lingkup luas, tentu tak sesederhana itu. Dalam hidup bernegara dan berbangsa, persoalannya lebih kompleks. Seperti contoh tadi, kita bisa menganalogikan negara dengan rumah; berbangsa dengan berkeluarga; pemerintah dengan orangtua; dan sekelompok masyarakat dengan anak. Namun, tetap saja kita akan menghadapi hal-hal yang tak sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai keluarga besar, perbedaan yang menyangkut kepentingan, sikap, dan pikiran pasti besar pula. Bisakah kita, seperti semboyan kita, tetap satu dalam perbedaan? Ataukah kita sudah sulit kembali menjadi manusia biasa yang bersaudara sebangsa, karena kepentingan kita sudah terlanjur menjadi jauh lebih penting daripada kepentingan bersama? Atau, kita sudah terlalu mendewakan harga diri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun berat, kita tentu mendambakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis, tata tentrem kerta raharja laiknya keluarga idaman. Untuk itu, sebenarnya kita mempunyai modal andal berupa falsafah Pancasila. Sayang, kita hanya mewiridkannya seperti menco saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain penghayatan dan pengalaman yang konsekuen terhadap Pancasila, ada hal penting yang perlu dibudayakan dalam kehidupan, yaitu sikap jujur dan adil. Kata adil, berasal dari bahasa Arab, ‘adl, yang berarti lurus’, atau jejeg dalam bahasa Jawa. Menurut istilah santri: ‘meletakkan sesuatu pada tempatnya’. Kebalikan zalim (dhulm) yang berarti ‘meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya’. Jadi, adil yang dimaksud mencakup segala pengertian, baik sikap maupun cara berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan cara berpikir adil lebih mudah difatwakan ketimbang diamalkan. Soalnya, meski dianugerahi akal dan nurani, kita dilengkapi ‘athifah, kita menyukai dan membenci. Sedang adil menurut jejeg, tak condong ke sana-ke mari. Memang sulit, apalagi bila nafsu ikut mendorong ‘athifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, betapapun sulit, sikap dan cara berpikir adil penting “dibudayakan”. Terutama, di kalangan Muslim. Dalam Al-Qur’an, Allah berulang menandaskan pentingnya “adil” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surat Al-Maidah: 9, Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak-penegak (kebenaran/ keadilan) karena Allah; (dan bila menjadi saksi) jadilah saksi-saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kalian terhadap sesuatu kaum menjerumuskan kalian untuk bersikap tidak adil. Bersikap adillah; adil itu lebih dekat kepada taqwa….” (Menurut banyak musafir, “kaum” berarti orang-orang kafir. Cermati makna ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, dalam Surat An-Nisa’: 135, Allah memulai firman-Nya dengan redaksi yang hampir sama, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak-penegak (kebenaran) yang adil (Al-Qur’an dan terjemahannya mengartikan, ‘jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan’), jadilah saksi-saksi karena Allah sekalian terhadap diri kalian sendiri atau terhadap kedua orangtua dan kaum kerabat kalian. Jika yang bersangkutan kaya atau miskin, maka Allah lebih mengetahui keadaannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu untuk menyeleweng (dari kebenaran). Dan jika kalian memutarbalikkan (ucapan) atau enggan (menjadi saksi), maka sungguh Allah terhadap apa yang kalian lakukan adalah Maha Mengetahui.” (Perhatikan: bersaksi terhadap orang lain galibnya lebih mudah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pentingnya sifat ini, Khalifah Umar ibn Abdul Aziz mentradisikan dalam setiap khotbah Jum’at agar dibacakan ayat, Innallaha yamuru bil ‘adli wal ihsaan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bersikap dan berpikir adil, diperlukan latihan hidup sederhana. Juga kejujuran. Jujur kepada Allah, diri sendiri, dan orang lain. Orang tak jujur, sulit dibayangkan berlaku adil. Sementara, jujur itu sendiri memerlukan keberanian, terutama buat mengakui kesalahan. Ini semua memerlukan latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: &lt;a href="http://gusmus.net/page.php?mod=dinamis&amp;amp;sub=2&amp;amp;id=365" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://gusmus.net/page.php&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;?mod=dinamis&amp;amp;sub=2&amp;amp;id=365&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-8005484821931988275?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/8005484821931988275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=8005484821931988275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/8005484821931988275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/8005484821931988275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/keluarga-harmonis.html' title='Keluarga Harmonis'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-4641770593612963026</id><published>2009-03-08T19:05:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.827+07:00</updated><title type='text'>Perempuan dan Kesalehan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir-akhir ini ada “tren” baru di kalangan ummat Islam: mencantumkan nukilan terjemahan ayat 21 Surat Ar-Ruum di undangan perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan yang dipakai adalah terjemahan Depag, yang berbunyi, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu “istri-istri” (tanda petik dari saya) dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan arti “istri-istri” untuk lafal azwaajan ayat tersebut bisa menimbulkan pertanyaan, terutama bagi mereka yang suka “mencari-cari”. Misalnya, apakah ayat ini hanya ditujukan kepada kaum laki-laki? Salah-salah ini bisa menambah “kecemburuan” kaum “feminism”, karena disini bisa mengandung “dominasi” laki-laki. Berbeda jika azwaajan diartikan ‘jodoh-jodoh’ atau ‘pasangan’ sebagaimana terjemahan banyak tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali yang khusus-khusus sebagaimana yang ditujukan, misalnya, kepada Nabi saw, istri-istri Nabi saw, dan orang-orang kafir, umumnya khitab Al-Qur’an memang ditujukan kepada kita semua (an-nas) atau kaum Mukminin. Lalu, apakah tentang hak dan kewajiban umumnya Al-Qur’an (Allah) tidak membedakan antara manusia laki-laki dan perempuan, juga antara Mukmin laki-laki dan Mukmin perempuan? (Lihat, misalnya: Q.s. 2: 285; 4: 32; 33: 35-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus dalam hal kesalehan – yang menjadi prasyarat kebahagiaan abadi orang Mukmin – Al-Qur’an bahkan menegaskan tiadanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan itu (lihat, misalnya: Q.s. 3: 195; 4: 124; 16: 97; 40:40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki berbeda dengan perempuan karena memang dari sono-nya berbeda. Artinya, Allah memang menciptakan mereka berbeda. Dengan kata lain, perbedaan antara perempuan dan laki-laki adalah perbedaan fitri (Q.s. 49: 13; 92: 3; 42: 49 – 50). Dari sinilah kiranya sumber perbedaan-perbedaan yang ada antara keduanya. Lalu, apakah perlu dipertentangkan atau dipermasalahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah-lah yang menciptakan manusia itu terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dan Dia pulalah yang – tentu saja lebih tahu – mengatur penghambaan mereka sesuai kodrat masing-masing. Orang saleh adalah hamba Allah, baik laki-laki maupun perempuan, yang dalam kehidupannya mengikuti aturan Tuhannya sesuai dengan kodratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap seorang laki-laki-perempuan ini, kita melihat, ada dua sikap yang sama-sama ekstrim: pihak yang dengan ekstrem menafikan adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan, sehingga terkesan pengingkaran terhadap fitrah, dan pihak yang dengan ekstrem membedakan antara keduanya hampir di segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafikan perbedaan antara laki-laki dan perempuan – seiring kemajuan maaddiyah yang memang luar biasa – dapat (dan ternyata telah) mengakibatkan masalah-masalah kemasyarakatan yang dasyat. Hubungan pria dan wanita dan orang tua – anak mengalami krisis berlarut-larut. Lembaga keluarga berantakan. Tata moral jungkir balik. Dan seterusnya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, misalnya, bisa melihat wanita-wanita masa kini melarikan diri dari kedudukannya yang mulia, yakni sebagai ibu, pusat kasih sayang dari mana dunia mendapatkan ketentraman. Bahkan dari kodratnya. Mereka berdalih – atau terbius – oleh slogan “kemajuan” (yang sering justru ciptaan kaum laki-laki), seperti emansipasi wanita dan feminisme (yang sering dikaburkan artinya) sebagai pembebasan atau persamaan hak tanpa melihat perbedaan fitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julukan terhormat ”ibu rumah tangga” justru membuat mereka tersipu-sipu. Malu. Al-Qur’an Surat 33 ayat 33, yang umumnya secara sempit diartikan sebagai larangan keluar rumah bagi perempuan, dianggap tidak “menzaman” dan perlu diberi takwil atau penjelasan tambahan pengecualian. Mereka lupa, dari rumah tanggalah dan sebagai ibu rumah tanggalah mereka mendidik dan membentuk – dengan kasih-sayang – generasi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, “pembedaan yang ekstrem” antara pria dan wanita (biasanya juga muncul dari pihak pria) juga mengakibatkan timbulnya masalah-masalah yang umumnya diawali dengan kerugian di pihak wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dalih perbedaan fitri, atau semata-mata karena merasa lebih dominant, sering kaum laki-laki seenaknya sendiri membatasi – atau minimal tak menghormati – hak-hak kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan alasan yang berbeda, tak jarang pula ada wanita lari dari maqam-nya yang terhormat: yakni sebagai reaksi dari kesewenang-wenangan kaum pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Muslim, seperti juga pria Muslim, mempunyai miqyas, ukuran kepatutannya sendiri sesuai dengan pedoman yang dimilikinya. Akibatnya, bila muslimat – juga muslim – menggunakan miqyas lain atas dasar pedoman lain, kiranya hanya ada dua penyebabnya: ia tak merasa atau tak tahu pedoman yang dimilikinya. Akibatnya, bila Muslimat – juga Muslim – menggunakan miqyas lain atas dasar pedoman lain, kiranya hanya ada dua penyebabnya: ia tak merasa atau tak tahu pedoman dan miqyas-nya sendiri, atau ia terlalu rapuh atau silau menghadapi kemilau pedoman dan miqyas “orang lain”.&lt;br /&gt;Untuk menghadapi itu semua, tentu saja ia harus kembali kepada pedomannya sendiri. Kembali mengkaji sampai mendapatkan cukup kekuatan untuk tidak saja menggunakannya, tapi juga untuk menepis tawaran menggiurkan pedoman-pedoman lain yang justru berakibat malapetaka di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kiranya perlu kita simak lagi firman Allah dalam kitab suci-Nya, “Wahai segenap manusia, sungguh Aku telah menciptakan kamu semua dari laki-laki dan perempuan dan kami jadikan kamu semua berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu semua saling mengenal; sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu semua di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Awas.” (Q.s. 49: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://gusmus.net/page.php?mod=dinamis&amp;amp;sub=2&amp;amp;id=350&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-4641770593612963026?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/4641770593612963026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=4641770593612963026' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4641770593612963026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4641770593612963026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/03/perempuan-dan-kesalehan.html' title='Perempuan dan Kesalehan'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-6343649308070835961</id><published>2009-02-21T07:07:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.842+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Sahabat Yang Menyenangkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;span&gt;Secara fitrah, menikah akan memberikan  ketenangan (&lt;em&gt;ithmi’nân/thuma’ nînah&lt;/em&gt;) bagi setiap  manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Allah Swt., Zat  Yang mencurahkan cinta dan kasih-sayang kepada manusia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Hampir setiap Mukmin mempunyai harapan  yang sama tentang keluarganya, yaitu ingin bahagia; &lt;em&gt;sakînah mawaddah warahmah&lt;/em&gt;. Namun,  sebagian orang menganggap bahwa menciptakan keluarga yang &lt;em&gt;sakinah mawaddah warahmah &lt;/em&gt;serta  langgeng adalah hal yang tidak gampang. Fakta-fakta buruk kehidupan rumahtangga  yang terjadi di masyarakat seolah makin mengokohkan asumsi sulitnya menjalani  kehidupan rumahtangga. Bahkan, tidak jarang, sebagian orang menjadi enggan  menikah atau menunda-nunda pernikahannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Menikahlah, Karena Itu  Ibadah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Sesungguhnya menikah itu bukanlah  sesuatu yang menakutkan, hanya memerlukan perhitungan cermat dan persiapan  matang saja, agar tidak menimbulkan penyesalan. Sebagai risalah yang &lt;em&gt;syâmil&lt;/em&gt; (menyeluruh) dan &lt;em&gt;kâmil&lt;/em&gt; (sempurna)&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;Islam telah memberikan tuntunan  tentang tujuan pernikahan yang harus dipahami oleh kaum Muslim. Tujuannya adalah  agar pernikahan itu berkah dan bernilai ibadah serta benar-benar memberikan  ketenangan bagi suami-istri. Dengan itu akan terwujud keluarga yang bahagia dan  langgeng. Hal ini bisa diraih jika pernikahan itu dibangun atas dasar pemahaman  Islam yang benar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Menikah hendaknya diniatkan untuk  mengikuti sunnah Rasullullah saw., melanjutkan keturunan, dan menjaga  kehormatan. Menikah juga hendaknya ditujukan sebagai sarana dakwah, meneguhkan  iman, dan menjaga kehormatan. Pernikahan merupakan sarana dakwah suami terhadap  istri atau sebaliknya, juga dakwah terhadap keluarga keduanya, karena pernikahan  berarti pula mempertautkan hubungan dua keluarga. Dengan begitu, jaringan  persaudaraan dan kekerabatan pun semakin luas. Ini berarti, sarana dakwah juga  bertambah. Pada skala yang lebih luas, pernikahan islami yang sukses tentu akan  menjadi pilar penopang dan pengokoh perjuangan dakwah Islam, sekaligus tempat  bersemainya kader-kader perjuangan dakwah masa depan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Inilah tujuan pernikahan yang  seharusnya menjadi pijakan setiap Muslim saat akan menikah. Karena itu, siapa  pun yang akan menikah hendaknya betul-betul mempersiapkan segala hal yang  dibutuhkan untuk meraih tujuan pernikahan seperti yang telah digariskan Islam.  Setidaknya, setiap Muslim, laki-laki dan perempuan, harus memahami konsep-konsep  pernikahan islami seperti: aturan Islam tentang posisi dan peran suami dan istri  dalam keluarga, hak dan kewajiban suami-istri, serta kewajiban orangtua dan  hak-hak anak; hukum seputar kehamilan, nasab, penyusuan, pengasuhan anak, serta  pendidikan anak dalam Islam; ketentuan Islam tentang peran Muslimah sebagai  istri, ibu, dan manajer rumahtangga, juga perannya sebagai bagian dari umat  Islam secara keseluruhan, serta bagaimana jika kewajiban-kewajiban itu  berbenturan pada saat yang sama; hukum seputar nafkah, waris, talak (cerai),  rujuk, gugat cerai, hubungan dengan orangtua dan mertua, dan sebagainya. Semua  itu membutuhkan penguasaan hukum-hukum Islam secara menyeluruh oleh pasangan  yang akan menikah. Artinya, menikah itu harus didasarkan pada  ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;J&lt;/strong&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;dilah Sahabat yang  Menyenangkan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Pernikahan pada dasarnya merupakan  akad antara laki-laki dan perempuan untuk membangun rumahtangga sebagai  suami-istri sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sesungguhnya kehidupan  rumahtangga dalam Islam adalah kehidupan persahabatan. Suami adalah sahabat  karib bagi istrinya, begitu pula sebaliknya. Keduanya benar-benar seperti dua  sahabat karib yang siap berbagi suka dan duka bersama dalam menjalani kehidupan  pernikahan mereka demi meraih tujuan yang diridhai Allah Swt. Istri bukanlah  sekadar patner kerja bagi suami, apalagi bawahan atau pegawai yang bekerja pada  suami. Istri adalah sahabat, belahan jiwa, dan tempat curahan hati  suaminya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Islam telah menjadikan istri sebagai  tempat yang penuh ketenteraman bagi suaminya. Allah Swt.  berfirman: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="AR-SA"&gt;وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ  أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Di antara tanda-tanda  kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian  sendiri supaya kalian cenderung dan merasa tenteram  kepadanya&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;. (QS ar-Rum  [30]: 21).&lt;/strong&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka dari itu, sudah selayaknya suami  akan merasa tenteram dan damai jika ada di sisi istrinya, demikian pula  sebaliknya. Suami akan selalu cenderung dan ingin berdekatan dengan istrinya. Di  sisi istrinya, suami akan selalu mendapat semangat baru untuk terus menapaki  jalan dakwah, demikian pula sebaliknya. Keduanya akan saling tertarik dan  cenderung kepada pasangannya, bukan saling menjauh. Keduanya akan saling  menasihati, bukan mencela; saling menguatkan, bukan melemahkan; saling membantu,  bukan bersaing. Keduanya pun selalu siap berproses bersama meningkatkan kualitas  ketakwaannya demi meraih kemulian di sisi-Nya. Mereka berdua berharap, Allah  Swt. berkenan mengumpulkan keduanya di surga kelak. Ini berarti, tabiat asli  kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah &lt;em&gt;ithmi’nân/tuma’ ninah&lt;/em&gt; (ketenangan dan  ketentraman) . &lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, kehidupan pernikahan yang  ideal adalah terjalinnya kehidupan persahabatan antara suami dan istri yang  mampu memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Untuk menjamin teraihnya ketengan dan  ketenteraman tersebut, Islam telah menetapkan serangkaian aturan tentang hak dan  kewajiban suami-istri. Jika seluruh hak dan kewajiban itu dijalankan secara  benar, terwujudnya keluarga yang &lt;em&gt;sakinah  mawaddah warahmah&lt;/em&gt; adalah suatu keniscayaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; &lt;strong&gt;Bersabar atas Kekurangan  Pasangan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Kerap terjadi, kenyataan hidup tidak  seindah harapan. Begitu pula dengan kehidupan rumahtangga, tidak selamanya  berlangsung tenang. Adakalanya kehidupan suami-istri itu dihadapkan pada  berbagai problem baik kecil ataupun besar, yang bisa mengusik ketenangan  keluarga. Penyebabnya sangat beragam; bisa karena kurangnya komunikasi antara  suami-istri, suami kurang makruf terhadap istri, atau suami kurang perhatian  kepada istri dan anak-anak; istri yang kurang pandai dan kurang kreatif  menjalankan fungsinya sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga; karena adanya  kesalahpahaman dengan mertua; atau suami yang ‘kurang serius’ atau ‘kurang ulet’  mencari nafkah. Penyebab lainnya adalah karena tingkat pemahaman agama yang  tidak seimbang antara suami-istri; tidak jarang pula karena dipicu oleh suami  atau istri yang selingkuh, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Sesungguhnya Islam tidak menafikan  adanya kemungkinan terusiknya ketenteraman dalam kehidupan rumahtangga. Sebab,  secara alami, setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti dihadapkan pada  berbagai persoalan. Hanya saja, seorang Muslim yang kokoh imannya akan  senantiasa yakin bahwa Islam pasti mampu memecahkan semua problem kehidupannya.  Oleh karena itu, dia akan senantiasa siap menghadapi problem tersebut, dengan  menyempurnakan ikhtiar untuk mencari solusinya dari Islam, seiring dengan  doa-doanya kepada Allah Swt. Sembari berharap, Allah memudahkan penyelesaian  segala urusannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Keluarga yang &lt;em&gt;sakinah mawaddah warahmah&lt;/em&gt; bukan berarti  tidak pernah menghadapi masalah. Yang dimaksud adalah keluarga yang dibangun  atas landasan Islam, dengan suami-istri sama-sama menyadari bahwa mereka menikah  adalah untuk ibadah dan untuk menjadi pilar yang mengokohkan perjuangan Islam.  Mereka siap menghadapi masalah apapun yang menimpa rumahtangga mereka. Sebab,  mereka tahu jalan keluar apa yang harus ditempuh dengan bimbingan  Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Islam telah mengajarkan bahwa manusia  bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Allah, tidak pula &lt;em&gt;ma‘shûm&lt;/em&gt; (terpelihara dari berbuat  maksiat) seperti halnya para nabi dan para rasul. Manusia adalah hamba Allah  yang memiliki peluang untuk melakukan kesalahan dan menjadi tempat berkumpulnya  banyak kekurangan. Pasangan kita (suami atau istri) pun demikian, memiliki  banyak kekurangan. Karena itu, kadangkala apa yang dilakukan dan ditampakkan  oleh pasangan kita tidak seperti gambaran ideal yang kita harapkan. Dalam  kondisi demikian, maka sikap yang harus diambil adalah  bersabar!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Sabar adalah salah satu penampakan  akhlak yang mulia, yaitu wujud ketaatan hamba terhadap perintah dan larangan  Allah Swt. Sabar adalah bagian hukum syariat yang diperintahkan oleh Islam.  (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 153; QS az-Zumar [39]: 10).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Makna kesabaran yang dimaksudkan  adalah kesabaran seorang Mukmin dalam rangka ketaatan kepada Allah; dalam  menjalankan seluruh perintah-Nya; dalam upaya menjauhi seluruh larangan-Nya;  serta dalam menghadapi ujian dan cobaan, termasuk pula saat kita dihadapkan pada  ‘kekurangan’ pasangan (suami atau istri) kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Namun demikian, kesabaran dalam  menghadapi ‘kekurangan’ pasangan kita harus dicermati dulu  faktanya.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;: &lt;/strong&gt;Jika kekurangan itu berkaitan  dengan &lt;em&gt;kemaksiatan&lt;/em&gt; yang  mengindikasikan adanya pelalaian terhadap kewajiban atau justru melanggar  larangan Allah Swt. Dalam hal ini, wujud kesabaran kita adalah dengan  menasihatinya secara makruf serta mengingatkannya untuk tidak melalaikan  kewajibannya dan agar segera meninggalkan larangan-Nya. Contoh pada suami: suami  tidak berlaku makruf kepada istrinya, tidak menghargai istrinya, bukannya memuji  tetapi justru suka mencela, tidak menafkahi istri dan anak-anaknya, enggan  melaksanakan shalat fardhu, enggan menuntut ilmu, atau malas-malasan dalam  berdakwah. Contoh pada istri: istri tidak taat pada suami, melalaikan pengasuhan  anaknya, melalaikan tugasnya sebagai manajer rumahtangga (&lt;em&gt;rabb al-bayt&lt;/em&gt;), sibuk berkarier, atau  mengabaikan upaya menuntut ilmu dan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Sabar  dalam hal ini tidak cukup dengan berdiam diri saja atau &lt;em&gt;nrimo&lt;/em&gt; dengan apa yang dilakukan oleh  pasangan kita, tetapi harus ada upaya maksimal menasihatinya dan mendakwahinya.  Satu hal yang tidak boleh dilupakan, kita senantiasa mendoakan pasangan kita  kepada Allah Swt. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;: Jika kekurangan itu berkaitan dengan hal-hal yang  mubah maka hendaknya dikomunikasikan secara makruf di antara suami-istri.  Contoh: suami tidak terlalu romantis bahkan cenderung &lt;em&gt;cuwek&lt;/em&gt;; miskin akan pujian terhadap  istri, padahal sang istri mengharapkan itu; istri kurang pandai menata rumah,  walaupun sudah berusaha maksimal tetapi tetap saja kurang estetikanya, sementara  sang suami adalah orang yang apik dan rapi; istri kurang bisa memasak walaupun  dia sudah berupaya maksimal menghasilkan yang terbaik; suami “cara bicaranya”  kurang lembut dan cenderung bernada instruksi sehingga kerap menyinggung  perasaan istri; istri tidak bisa berdandan untuk suami, model rambutnya kurang  bagus, hasil cucian dan setrikaannya kurang rapi; dan sebagainya. Dalam hal ini  kita dituntut bersabar untuk mengkomunikasikanny a, memberikan masukan, serta  mencari jalan keluar bersama pasangan kita. Jika upaya sudah maksimal tetapi  belum juga ada perubahan, maka terimalah itu dengan lapang dada seraya terus  mendoakannya kepada Allah Swt. (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 19). Rasulullah saw.  bersabda:&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;em&gt;Janganlah seorang suami membenci  istrinya. Jika dia tidak menyukai satu perangainya maka dia akan menyenangi  perangainya yang lain. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR Muslim).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="823062104-25112008"&gt;&lt;/span&gt; Inilah tuntunan Islam yang harus  dipahami oleh setiap Mukmin yang ingin rumahtangganya diliputi dengan  kebahagiaan, cinta kasih, ketenteraman, dan langgeng. &lt;em&gt;Wallâhu a‘lam bi ash-shawab.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-6343649308070835961?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/6343649308070835961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=6343649308070835961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/6343649308070835961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/6343649308070835961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2009/02/menjadi-sahabat-yang-menyenangkan.html' title='Menjadi Sahabat Yang Menyenangkan'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-1811535905369613571</id><published>2008-07-18T10:09:00.002+07:00</published><updated>2008-07-18T10:13:13.543+07:00</updated><title type='text'>Agar Mudah Naik Jabatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah termasuk senior di kantor tapi sulit naik jabatan? Mungkinkah anda punya kebiasaan buruk yang menghalangi karir anda? Berikut kebiasaan yang bisa mengganggu kesuksesan karir anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Gaya hidup tidak sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merokok, hobi mabuk-mabukan, serta kebiasaan makan secara berlebihan termasuk dalam gaya hidup yang bisa merugikan karir. Apa pasal? Sekarang perusahaan lebih memilih karyawan yang sehat jiwa dan badannya karena bisa menghemat anggaran kesehatan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Suka ngambek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gampang ngambek, apalagi tanpa alasan yang jelas, menunjukkan bahwa sebenarnya anda belum dewasa dan belum siap memasuki dunia kerja. Jadi, meski atasan kerap membuat anda kesal, tahan diri untuk tidak bersikap emosional. Bila ada kesempatan yang tepat, anda bisa mengungkapkan perasaan dengan cara yang bijak sehingga anda tetap dinilai profesional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Ngaret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jauhkan sikap tidak disiplin dari kamus anda. Berusahalah untuk menepati hal-hal yang sudah disepakati bersama, misalnya jam masuk kerja, waktu rapat, termasuk juga saat menyerahkan laporan pekerjaan. Sikap disiplin mencerminkan komitmen yang tinggi dan tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Malas membaca koran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, dengan mengetahui isu-isu terbaru yang sedang hangat, wawasan anda akan bertambah. Keputusan dan kebijakan perusahaan juga kerap dibuat berdasarkan fenomena yang sedang terjadi di masyarakat, seperti kenaikan BBM misalnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Malas bergaul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski tumpukan pekerjaan menghadang luangkanlah waktu untuk bergaul dan bersosialisasi. Berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan akan menambah jejaring yang pastinya akan berguna bagi pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-1811535905369613571?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/1811535905369613571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=1811535905369613571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/1811535905369613571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/1811535905369613571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/07/agar-mudah-naik-jabatan.html' title='Agar Mudah Naik Jabatan'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-4335508852865187842</id><published>2008-05-22T10:48:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:08.859+07:00</updated><title type='text'>Seekor Burung Gagak</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda itu?" "Burung gagak", jawab si anak.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung gagak ayah!"&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi soalan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan persoalan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!" Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, "Gagak lah ayah.......".&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya soal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Ayah!!! saya tak tahu ayah paham atau tidak. Tapi sudah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kali ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang ayah mahu saya katakan???? "Itu burung gagak, burung gagak ayah.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Si ayah terus bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Dia menghulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan tertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah Diary lama. "Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam Diary itu", pinta si ayah. &lt;/span&gt;Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut..........&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;"Hari ini aku di halaman melayan karena anakku yang genap berumur &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apa itu?". Dan aku menjawab, "burung gagak". Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangnya aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga."&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu. Si ayah dengan perlahan bersuara, "Hari ini ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kali, dan kau telah hilang sabar serta marah."&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"JAGALAH HATI KEDUA IBU DAN BAPAK, HORMATILAH MEREKA. SAYANGILAH MEREKA SEBAGAI MANA MEREKA MENYAYANGIMU DIWAKTU KECIL"&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-4335508852865187842?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/4335508852865187842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=4335508852865187842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4335508852865187842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4335508852865187842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/05/seekor-burung-gagak.html' title='Seekor Burung Gagak'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-4960807771818858139</id><published>2008-05-22T10:25:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:09.397+07:00</updated><title type='text'>MEMBERI ITU INDAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak orang beranggapan bahwa memberikan sesuatu (harta, ilmu pengetahuan, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemikiran)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat memberikan balasan langsung,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuatu yang sia-sia dan tidak boleh dilakukan. Teori kerja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;imbalan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersifat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;material,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ibadah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang hanya dikaitkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;balasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pahala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu begitu mendominasi sebagian besar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;umat kita. Karenanya, tidak jarang umat Islam memiliki sifat bakhil, kikir,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sama sekali tidak mau memberi, kecuali dengan imbalan dan upah yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jelas, terukur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terstruktur.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebuah hadis riwayat Imam Turmudzi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasulullah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SAW&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersabda, "Pemurah itu akan dekat dengan Allah [rahmat-Nya],&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dekat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesama manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;[cinta dan kasih sayangnya], dengan surga [nikmatnya], dan jauh dari neraka [adzanya]. Sebaliknya, orang yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bakhil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jauh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jauh dari sesama manusia, jauh dari surga,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dekat dengan neraka."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang yang mengeluarkan zakat dengan kesadaran &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keikhlasan penuh akan mendapatkan kebersihan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kesucian, dan ketenangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jiwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(QS 9:103). Ia akan diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam mengatasi berbagai problem hidup dan kehidupannya (QS 70: 19-25). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sementara itu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hartanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan terus berkembang dan bertambah dari waktu ke waktu (QS 30:39).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hadis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sahih riwayat Ibn Abiddunya, Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah itu tidak akan menyebabkan sesuatu pada harta, kecuali hanya akan memperbanyaknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Karena itu, bersedekahlah kamu sekalian, pasti Allah akan mencurahkan rahmat-Nya."&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam sebuah hadis yang lain riwayat Ibn Majah, Rasulullah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SAW&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersabda,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Iri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengki itu akan menghabiskan segala kebaikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lakukan sebagaimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;api&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghanguskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kayu bakar. Sedekah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan menghapuskan segala kesalahan sebagaimana air memadamkan api.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Shalat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cahayanya orang mukmin dan puasa itu penghalang mukmin dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;azab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;neraka.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang suka berzakat dan berinfak akan memiliki etos&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kerja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;usaha&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyebabkannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;senantiasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berusaha semaksimal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendapatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rezeki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang halal, untuk kemudian sebagiannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diberikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepada mereka yang membutuhkan dan berhak menerima. Mari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tumbuhkan kecintaan untuk memberi dan memberi. Insya Allah kita &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;akan&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;kaya,&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;baik&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;material&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;maupun&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diambil   dari   artikel  kolom  Hikmah  Republika,  karya  KH.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Didin Hafidzuddin&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-4960807771818858139?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/4960807771818858139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=4960807771818858139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4960807771818858139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4960807771818858139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/05/memberi-itu-indah.html' title='MEMBERI ITU INDAH'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-5599304447863261665</id><published>2008-03-14T18:02:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:09.494+07:00</updated><title type='text'>Seekor Katak dan Sepasang Angsa</title><content type='html'>Musim kering telah tiba, sekelompok angsa bersiap-siap terbang bersama meninggalkan sebuah danau yang mulai dangkal untuk bermigrasi ke arah selatan ke sebuah tempat dimana air mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor katak yang gelisah memohon kepada sepasang angsa yang sedang bersiap-siap agar turut membawa serta dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana caranya agar kita bisa membawa serta kamu, sementara kamu hanya bisa melompat?" jawab si angsa jantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ada ide, kalian gigit erat-erat kedua ujung akar rumput  ini dan saya menggigit ditengah kemudian terbang bawalah saya beserta kalian" Sahut si katak seraya meletakkan sebuah&lt;br /&gt;akar rumput dihadapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, sungguh ide yang hebat, kami setuju terbang bersamamu" jawab si angsa betina disertai anggukan setuju pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terbanglah mereka dengan membawa si katak yang tergantung ditengah akar rumput yang digigitnya. Dibawah sana banyak orang berdecak kagum keheranan serta memuji melihat kecerdikan mereka bertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian tak luput dari angsa lain yang terbang bersama mereka juga turut memuji dan salah satunya berkata "Kalian bertiga sungguh cerdik, siapa yang punya ide secemerlang ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ide saya" sahut si katak dengan spontan membuka mulutnya dan seketika itu lepaslah gigitannya dari akar rumput dan seketika itu juga tubuhnya meluncur deras ke bumi, hancur menghantam bebatuan dibawah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah mengatakan, "Tutuplah mulutmu maka orang takkan tahu seberapa tahunya kamu dan bukalah mulutmu maka mereka takkan meragukan ketidaktahuanmu" Pepatah itu benar adanya, tapi bayangkanlah apa saja yang akan hilang seandainya tak ada yang tutup mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmahnya adalah tentang kapan waktu yang tepat untuk berbicara dan kapan waktunya menjadi pendengar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a positive day!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-5599304447863261665?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/5599304447863261665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=5599304447863261665' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/5599304447863261665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/5599304447863261665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/03/seekor-katak-dan-sepasang-angsa.html' title='Seekor Katak dan Sepasang Angsa'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-2154151900907738820</id><published>2008-03-14T17:45:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:09.507+07:00</updated><title type='text'>Guyonan Suroboyoan</title><content type='html'>Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ada sedikit oleh-oleh humor-humor khas Suroboyoan, yang mungkin bisa&lt;br /&gt;mewakili karakter/tipikal orang Jawa Timur ketika bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan : Humor ini sebenarnya sudah banyak beredar di milis-milis, namun tiap&lt;br /&gt;kali membaca humor ini saya selalu tertawa dan rasanya sayang jika tidak&lt;br /&gt;saya arsip dan saya bagikan kepada bapak ibu sodara-sodara dan teman-teman&lt;br /&gt;dengan harapan mudah-mudahan dapat mengurangi stressssssss ss ss ss ss&lt;br /&gt;ssssssssssshhhhhhhh h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. DOKTER CANGGIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk Jah lungo perikso nang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Opoko sampeyan ning ?" Jare doktere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk Jah terus cerito, "Iki lho dok, wis sak wulan iki aku malih ngentutan.&lt;br /&gt;Sak jam isok ping sepuluh aku ngentut. Cumak untunge, entutku iku gak mambu&lt;br /&gt;ambek gak onok suorone, dhadhi gak onok sing ngerti. Lha iki pas aku longgo&lt;br /&gt;ndhik ngarepe sampeyan ae  wis ping telu aku ngentut. Tapi  sampeyan gak&lt;br /&gt;ngerti tho, mergo iku mau, entutku gak muni ambek gak mambu. Cumak aku malih&lt;br /&gt;gak enak dhewe, mosok arek wedhok ngentutan ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ngono tah.. Lek ngono tebusen resep iki. Seminggu maneh mbaliko ene&lt;br /&gt;maneh" jare doktere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas wis seminggu yuk Jah mbalik maneh nang doktere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wis enakan tah ?" takok doktere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku gak ngerti obat opo sing dokter kekno wingi, cumak entutku saiki kok&lt;br /&gt;ambune malih bosok gak karuan. Sampek kudhu nggeblak aku. Tapi untunge&lt;br /&gt;entutku sik tetep gak muni", jare yuk Jah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berarti saiki irung sampeyan wis gak buntu maneh. Saiki tebusen resep iki&lt;br /&gt;yo" jare doktere. "Obat opo maneh iku pak dokter ?" takok yuk Jah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Obat kopok.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. ARGOWILIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Onok wong papat podho gak kenale numpak sepur Argowilis jurusan Suroboyo&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205491405_1"&gt;Bandung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing pertama ibu-ibu umure sekitar 60an, ketokane termasuk keluarga ningrat&lt;br /&gt;lek ndhelok  pacakane. Sebelahe ibu-ibu  iku onok cewek ayu koyok covergirl&lt;br /&gt;majalah umure sekitar 20an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndhik ngarepe ibu-ibu iku mau onok tentara berseragam dinas, lengkap karo&lt;br /&gt;tanda jasane. Pokoke berwibawa, umure 50an. Sebelahe tentara mau onok arek&lt;br /&gt;lanang gondrong umure 25an. Ketokane rocker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan, wong papat iku ngobrol macem-macem. Sampek &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205491405_2"&gt;moro-moro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sepure mlebu terowongan athik lampune mati, dhadhi petengan pol. Wong papat&lt;br /&gt;iku malih meneng kabeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak sui &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205491405_3"&gt;moro-moro&lt;/span&gt; onok suoro pipi disun terus mari ngono suorone wong&lt;br /&gt;dikaplok PLAK..!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wis mari ngono sepi maneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing ibu-ibu iku mau mbatin," Wah hebat arek wedhok sebelahku iki, isok&lt;br /&gt;menjaga harga diri, gak gelem diperlakukan sembarangan" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing arek wedhok sebelae yo mbatin pisan, "Gak salah tah, sing ngesun mau&lt;br /&gt;iku, wong onok arek ayu koyok aku kok malah nenek-nenek tuwek sing disun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha sing tentara iku ambek ngusap-ngusap pipine  sing kenek kaplok  melok&lt;br /&gt;mbatin pisan,"Jangkrik, gak melok ngesun tapi kenek kaplok. Dikiro aku&lt;br /&gt;pengecut tah, lek aku gelem gak usah ngenteni peteng. Wah tersinggung aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arek rocker iku karo ngempet ngguyu melok mbatin pisan, "Waahh.. kapan maneh&lt;br /&gt;aku isok nggaplok Kolonel gathik konangan. Padahal sing tak sun mau iku&lt;br /&gt;tanganku dhewe hihihihi.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. JIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kekeselen ngerombeng gak oleh-oleh, Kayat katene ngaso ngisore wit&lt;br /&gt;asem, mripate nguantuk, sikile kemeng, wetenge lue. Sik tas katene keturon,&lt;br /&gt;dhadhak sikile ngincak botol. Bareng botole dijupuk dhadhak metu beluke,&lt;br /&gt;Kayat mencolot kuaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hua ha ha ha, jenengku jin botol, telu panjalukmu bakal tak turuti," jare&lt;br /&gt;jine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak percoyo aku, paling kon kate mbujuki aku. Biyen aku iki guanteng lan&lt;br /&gt;sugih, lha saiki aku malih ireng mlarat koyok ngene iki mergo dibujuki ambek&lt;br /&gt;jin" jare Kayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho biyen iku be'e awakmu pethuk ambek  jin kaspo, lha aku  iki lak jin&lt;br /&gt;apikan tah, dhadhi wis gak usah khawatir. Opo maneh awakmu wis kadung koyok&lt;br /&gt;ngono, gak bakal isok luwih soro maneh, wis tah gak rugi pokoke. Lek gak&lt;br /&gt;percoyo, cobaken dhisik ae njaluk opo" jare jine maneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yo wis, awas lek awakmu mbujuki. Tak gibheng kon !!!. Sing pertama, aku&lt;br /&gt;kepingin ndhuwe dhuwik sak karung," jare Kayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meremo dhiluk.." jare jine. Ting. Pas melek &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205491405_4"&gt;moro-moro&lt;/span&gt; ndhik ngarepe Kayat&lt;br /&gt;wis onok dhuwik sak karung, seket ewuan kabeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sik gak percoyo tah awakmu, saiki njaluk opo maneh .. ?" jare jine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saiki .. aku njaluk omah mewah sak montore, pokoke lengkap sembarange."&lt;br /&gt;jarene Kayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meremo dhiluk.." jare jine. Ting. Pas melek &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205491405_5"&gt;moro-moro&lt;/span&gt; Kayat wis nang njero&lt;br /&gt;omah mewah. Kayat sueneng gak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha saiki kari sithok panjalukmu sing isok tak turuti, pikiren sing temenan&lt;br /&gt;cik gak getun" jare jine. Ambek merem-merem mbayangno, Kayat njaluk,  "Aku&lt;br /&gt;kepingin kulitku  malih putih wudho dirubung wong wedhok akeh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas katene melek, samar-samar Kayat krungu suorone wong wedhok rame ambek&lt;br /&gt;keroso awake dicekel-cekel. Tapi kok mambu iwak pindang, pikire Kayat mulai&lt;br /&gt;curiga. Bareng melek, Kayat kuaget lha kok wis nang tengah pasar, tibake&lt;br /&gt;Kayat wis dhadhi tahu ning tampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jin guoblok!!! kok aku mbok dhadheke tahuuuuuuuuu. . "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. NGUMBAH KUCING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wonokairun tuku rinso ndhik tokone Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbah, kok dengaren sampeyan umbah-umbah dhewe ?" takok Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku katene ngumbah kucing" jare Wonokairun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak salah tah Mbah." Bunali bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyo soale kucingku akeh tumane." Jare Wonokairun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah yo isok mati kucing sampeyan Mbah" Bunali ngilingno .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho koncoku wingi ngono, yo gak opo-opo" jare Wonokairun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari mbayar, Wonokairun mulih katene ngumbah kucinge. Sisuke, Wonokairun&lt;br /&gt;teko maneh ndhik tokone Bunali kate tuku  rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Yok opo kucing sampeyan Mbah ?" takok Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kucingku mati " jare Wonokairun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho lak temen tah. Sampeyan iku tak kandhani gak percoyo. Lahopo kucing&lt;br /&gt;atik diumbah ambek rinso, wong onok obat tumo" jare Bunali nyeneni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kucingku mati gak mergo rinso" jare Wonokairun njelasno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho Opoko??" Bunali gak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak peres . ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. NGUNTAL YUYU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore-sore Wonokairun dijak ngobrol ambek Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbah. Jare arek-arek sampeyan wis rabi ping telu. iYo tah ?" takok Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He eh bener. Tapi bojoku wis tebhal kabeh." jare Wonokairun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho kok isok ?" jare Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sing pertama mati nguntal yuyu." jare Wonokairun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha sing kedua ?" takok Bunali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sing kedua mati nguntal yuyu." jare Wonokairun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha sing ketiga yo nguntal yuyu pisan" jare Bunali kemeruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak. Matine mergo tak gibheng." jare Wonokairun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho opoko ?"  takok Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soale gak gelem nguntal yuyu ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. TUKU TISU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wonokairun lagi blonjo ndhik minimarket cedhak omahe. Sing dituku tibake&lt;br /&gt;daging kalengan gawe pakane kucing. Pas katene mbayar, Wonokairun ditakoni&lt;br /&gt;kasire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbah, lek sampeyan katene tuku pakan kucing iki, sampeyan kudhu mbuktekno&lt;br /&gt;lek sampeyan iku ndhuwe kucing. Aku khawatir lek tibake pakan kucing iki&lt;br /&gt;sampeyan emplok dhewe, bahaya." jare Bunali, kasire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wonokairun gak protes, mulih diluk, mbalike nggendhong kucing dipamerno&lt;br /&gt;ndhik Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iki kucingku " jare Wonokairun ambek mbayar daging kalengan gawe kucinge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisuke Wonokairun teko maneh ndhik minimarket, saiki tuku biskuit balung&lt;br /&gt;pakane asu. Pas katene mbayar, ditakoni maneh ambek Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbah, sampeyan ndhuwe asu tah ?. Aku khawatir lek tibake pakan asu iki&lt;br /&gt;sampeyan emplok dhewe, bahaya. " jare Bunali, kasire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wonokairun gak protes, mulih diluk,  mbalike nuntun asu  dipamerno ndhik&lt;br /&gt;Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iki asuku " jare Wonokairun ambek mbayar biskuit balung gawe asune.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisuke Wonokairun teko maneh ndhik minimarket, karo nenteng kardus bekase&lt;br /&gt;indomi sing pinggire dibolongi sak driji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbah, sampeyan katene tuku pakane ulo tah ?" jare Bunali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iki isine dhudhuk ulo. Cobaken tanganmu lebokno kene lek pingin ngerasakno.&lt;br /&gt;Wis tah tak jamin gak bakal nyatek. " jare Wonokairun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama Bunali rodhok wedhi, tapi mari dibujuk Wonokairun akhire Bunali&lt;br /&gt;kendhel. Drijine dilebokno ndhik bolongane kerdus. Tibake njerone onok&lt;br /&gt;gembuk-gembuke. Pas drijine ditarik maneh, ambune malih gak whuenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunali misuh-misuh gak karuan, "Damput, ancene wong dhobhol, lha laopo aku&lt;br /&gt;sampeyan kongkon ndhemok tembelek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saiki, oleh tah aku tuku tisu kamar mandi ? ".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-2154151900907738820?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/2154151900907738820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=2154151900907738820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/2154151900907738820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/2154151900907738820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/03/guyonan-suroboyoan.html' title='Guyonan Suroboyoan'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-2628079331972939725</id><published>2008-03-14T17:35:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:09.547+07:00</updated><title type='text'>TULISAN DI ATAS PASIR</title><content type='html'>Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian,&lt;br /&gt;bercanda, dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar&lt;br /&gt;pertengkaran sengit di antara mereka. Salah seorang anak yang&lt;br /&gt;bertubuh lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru&lt;br /&gt;lebam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang dipukul seketika diam terpaku. Lalu, dengan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205490914_0"&gt;mata&lt;/span&gt; berkaca-&lt;br /&gt;kaca dan raut muka marah menahan sakit, tanpa berbicara sepatah kata&lt;br /&gt;pun, dia menulis dengan sebatang tongkat di atas pasir: "Hari ini&lt;br /&gt;temanku telah memukul aku !!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang lebih besar merasa tidak enak, tersipu malu tetapi tidak&lt;br /&gt;pula berkata apa-apa. Setelah berdiam-diaman beberapa saat,&lt;br /&gt;ya ...dasar-anak- anak, mereka segera kembali bermain bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lari berkejaran, karena tidak berhati-hati, tiba-tiba anak yang&lt;br /&gt;dipukul tadi terjerumus ke dalam lubang perangkap yang dipakai&lt;br /&gt;menangkap binatang. "Aduh.... Tolong....Tolong! " ia berteriak kaget&lt;br /&gt;minta tolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya segera menengok ke dalam lubang dan berseru, "Teman, apakah&lt;br /&gt;engkau terluka? Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera&lt;br /&gt;mencari tali untuk menolongmu." Bergegas anak itu berlari mencari&lt;br /&gt;tali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia kembali, dia berteriak lagi menenangkan sambil mengikatkan&lt;br /&gt;tali ke sebatang pohon. "Teman, aku sudah datang! Talinya akan kuikat&lt;br /&gt;ke pohon, sisanya akan kulemparkan ke kamu. Tangkap dan ikatkan&lt;br /&gt;dipinggangmu, pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari&lt;br /&gt;lubang." Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itu pun berhasil&lt;br /&gt;dikeluarkan dari lubang dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, "Terima kasih,&lt;br /&gt;sobat!" Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu karang dan&lt;br /&gt;berusaha menulis di atas &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205490914_1"&gt;batu&lt;/span&gt; itu, "Hari ini, temanku telah&lt;br /&gt;menyelamatkan aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya&lt;br /&gt;keheranan, "Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir&lt;br /&gt;dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"â€�  Anak yang di pukul &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205490914_2"&gt;itu&lt;/span&gt; menjawab sabar, "Setelah kamu memukul,&lt;br /&gt;aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap&lt;br /&gt;perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti&lt;br /&gt;tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin&lt;br /&gt;dan sapuan ombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€�Tapi, ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di atas &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205490914_3"&gt;batu&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;karena perbuatan baikmu itu pantas dikenang dan akan terpatri&lt;br /&gt;selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat."&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€�Hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam,&lt;br /&gt;sungguh melelahkan. Apalagi bila orang yang kita benci &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205490914_4"&gt;itu&lt;/span&gt; tidak&lt;br /&gt;sengaja melakukan bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa dia telah&lt;br /&gt;menyakiti hati kita, sungguh ketidakbahagiaan yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar.... bila setiap kesalahan orang kepada kita, kita&lt;br /&gt;tuliskan di atas pasir, bahkan di udara, segera berlalu bersama&lt;br /&gt;tiupan angin, sehingga kita tidak perlu kehilangan setiap kesempatan&lt;br /&gt;untuk berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya.. . tidak melupakan orang yang pernah menolong kita,&lt;br /&gt;seperti tulisan yang terukir di batu karang. Yang tidak akan pernah&lt;br /&gt;hilang untuk kita kenang selamanya.â€�&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-2628079331972939725?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/2628079331972939725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=2628079331972939725' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/2628079331972939725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/2628079331972939725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/03/tulisan-di-atas-pasir.html' title='TULISAN DI ATAS PASIR'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-8316761703064575640</id><published>2008-03-14T17:32:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:09.531+07:00</updated><title type='text'>Delapan Kebohongan  Ibu</title><content type='html'>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa&lt;br /&gt;kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam&lt;br /&gt;penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru&lt;br /&gt;sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna&lt;br /&gt;sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka&lt;br /&gt;mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah&lt;br /&gt;energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga&lt;br /&gt;yang paling indah di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir&lt;br /&gt;sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang&lt;br /&gt;miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali&lt;br /&gt;kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi&lt;br /&gt;nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku,&lt;br /&gt;ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak lapar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA&lt;br /&gt;Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering&lt;br /&gt;meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di&lt;br /&gt;kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil&lt;br /&gt;pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi&lt;br /&gt;untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup&lt;br /&gt;ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku&lt;br /&gt;memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan&lt;br /&gt;memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang&lt;br /&gt;yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan.&lt;br /&gt;Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu&lt;br /&gt;menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku.&lt;br /&gt;Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :&lt;br /&gt;"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA&lt;br /&gt;Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah&lt;br /&gt;abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa&lt;br /&gt;sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil&lt;br /&gt;tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi&lt;br /&gt;kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun&lt;br /&gt;dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada&lt;br /&gt;lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan&lt;br /&gt;pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata&lt;br /&gt;:"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih&lt;br /&gt;harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah&lt;br /&gt;tidur nak, aku tidak capek"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA&lt;br /&gt;Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat&lt;br /&gt;menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik&lt;br /&gt;matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih&lt;br /&gt;menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa&lt;br /&gt;jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian&lt;br /&gt;sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan&lt;br /&gt;menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang&lt;br /&gt;dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat&lt;br /&gt;dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih&lt;br /&gt;kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera&lt;br /&gt;memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum.&lt;br /&gt;Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT&lt;br /&gt;Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang&lt;br /&gt;harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang&lt;br /&gt;pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai&lt;br /&gt;kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun&lt;br /&gt;semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan.&lt;br /&gt;Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada&lt;br /&gt;seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat&lt;br /&gt;rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun&lt;br /&gt;masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah&lt;br /&gt;melihat kehidupan kita yang begitu sengsara,&lt;br /&gt;seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi&lt;br /&gt;ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan&lt;br /&gt;nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA&lt;br /&gt;Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat&lt;br /&gt;dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah&lt;br /&gt;waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk&lt;br /&gt;pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur&lt;br /&gt;untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku&lt;br /&gt;yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit&lt;br /&gt;uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu&lt;br /&gt;bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan&lt;br /&gt;mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya&lt;br /&gt;punya duit"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM&lt;br /&gt;Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2&lt;br /&gt;dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah&lt;br /&gt;universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa&lt;br /&gt;di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di&lt;br /&gt;perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku&lt;br /&gt;bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di&lt;br /&gt;Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak&lt;br /&gt;mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak&lt;br /&gt;terbiasa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH&lt;br /&gt;Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena&lt;br /&gt;penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit,&lt;br /&gt;aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik&lt;br /&gt;langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda&lt;br /&gt;tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di&lt;br /&gt;ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang&lt;br /&gt;keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh&lt;br /&gt;kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya&lt;br /&gt;terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.&lt;br /&gt;Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi&lt;br /&gt;tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus&lt;br /&gt;kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air&lt;br /&gt;mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam&lt;br /&gt;kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya&lt;br /&gt;berkata : "jangan menangis anakku, Aku tidak&lt;br /&gt;kesakitan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan,&lt;br /&gt;ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir&lt;br /&gt;kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian&lt;br /&gt;pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan :&lt;br /&gt;" Terima kasih ibu !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1205490637_8"&gt;Coba&lt;/span&gt; dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita&lt;br /&gt;tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah&lt;br /&gt;kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang&lt;br /&gt;dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita&lt;br /&gt;yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu&lt;br /&gt;alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.&lt;br /&gt;Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih&lt;br /&gt;peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas&lt;br /&gt;akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan&lt;br /&gt;atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping&lt;br /&gt;kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari&lt;br /&gt;ortu kita?&lt;br /&gt;Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas&lt;br /&gt;apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini&lt;br /&gt;benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk&lt;br /&gt;membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik.&lt;br /&gt;Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dikutip dari milis cetifasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-8316761703064575640?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/8316761703064575640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=8316761703064575640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/8316761703064575640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/8316761703064575640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/03/delapan-kebohongan-ibu.html' title='Delapan Kebohongan  Ibu'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-4441460503940494616</id><published>2008-03-10T18:58:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:09.562+07:00</updated><title type='text'>Jagung Yang Baik</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;"Tak tahukah anda?," jawab petani itu. "Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(James Bender)&lt;br /&gt;============================&lt;br /&gt;Hikmah: Begitu pula dengan usaha kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong orang lain menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong orang lain untuk hidup dengan baik pula. Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-4441460503940494616?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/4441460503940494616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=4441460503940494616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4441460503940494616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4441460503940494616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/03/jagung-yang-baik.html' title='Jagung Yang Baik'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-829943473756925094</id><published>2008-03-10T18:48:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:09.574+07:00</updated><title type='text'>Kelinci dan Kura - Kura</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Disuatu masa disuatu dimensi,kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai siapa yang lebih cepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya. Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi, "Ah,gue istirahat dulu, ntar klo si kura-kura dah deket baru gue lari lagi."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kelinci duduk di bawah pohon (ga di atas pohon karena kelinci ga bisa manjat) dan akhirnya tertidur pules. Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan memenangkan adu lari. Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Antisipasi Kegagalan (Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu percaya diri, ceroboh dan lalai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Klo kemaren gue ga macem2, ga mungkin gue kalah" pikir kelinci. Ditantangnya lg si kura-kura, "Hei kura-kura, sini loe... Gue ga trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini pasti gue yang menang" .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Si kura-kura nyante aja ngejawab, "hayyuukk, siapa takut?" Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci melesat meninggalkan kura-kura dan terus berlari hingga ke garis finish. beneran juga, kelinci yang menang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon . Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar klo dia ga bakalan bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti itu. Ditantangnyalah kelinci adu lari lg ke suatu tempat. "Hei kelinci, ayo kita lomba lagi. Sekarang kita lewat jalan ini ke sana. Brani ga loe?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karna dah yakin dia yang bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang. Lomba dimulai dan dengen kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura-kura. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue menang." pikir kelinci. Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai. "Duh, gimana nih gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang lagi" termenung si kelinci mencari jalan menyebrangi sungai. Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura dateng dan nyebur berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju garis finish.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura. Moral : ketahuilah...jikalau punya kemampuan dan ubah keadaan sesuai kemampuan yang kita punya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan bilang,"dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita bareng-bareng." Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci nggendong kura-kura sampe tepi sungai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci menyebrangi sungai dilanjutkan kembali kelinci nggendong kura-kura sampe garis finish. Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa kerjasama bakalan percuma karena dengan kerjasama maka kekurangan akan dipenuhi oleh yg lainnya .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hikmah :&lt;br /&gt;1. yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. bekerjalah sesuai kemampuanmu .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim selalu mengalahkan kelebihan pribadi&lt;br /&gt;4. jangan menyerah bila gagal .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan saingan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-829943473756925094?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/829943473756925094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=829943473756925094' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/829943473756925094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/829943473756925094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/03/kelinci-dan-kura-kura.html' title='Kelinci dan Kura - Kura'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-4099710062712059910</id><published>2008-03-10T17:33:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T15:28:09.592+07:00</updated><title type='text'>Tempayan Retak</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Seorang tukang air &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung suatu pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang utuh itu selalu dapat membawa air penuh, setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selama dua tahun hal itu terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun, si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberi setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata pada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Kenapa?" tanya si tukang air, "Kenapa kamu merasa malu?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya yang membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi," kata tempayan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga- bunga indah di sepanjang jalan."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separo air yang dibawanya telah bocor, dan kembali dia minta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang utuh. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih- benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tidak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. Seseorang disebut sebagai orang yang sukses jika ia bisa tetap hidup dan menikmati kesuksesannya dengan rasa bersyukur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-4099710062712059910?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/4099710062712059910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=4099710062712059910' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4099710062712059910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/4099710062712059910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2008/03/tempayan-retak.html' title='Tempayan Retak'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-7548373619306848964</id><published>2007-06-15T14:43:00.001+07:00</published><updated>2007-06-15T14:43:46.903+07:00</updated><title type='text'>JAGUNG YANG BAIK</title><content type='html'>Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui&lt;br /&gt;rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun&lt;br /&gt;selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian.&lt;br /&gt;Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia&lt;br /&gt;khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung&lt;br /&gt;terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada&lt;br /&gt;tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini&lt;br /&gt;juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak tahukah anda?," jawab petani itu. "Bahwa angin&lt;br /&gt;menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan&lt;br /&gt;menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila&lt;br /&gt;tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang&lt;br /&gt;ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan&lt;br /&gt;kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung&lt;br /&gt;yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan&lt;br /&gt;jagung yang baik pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(James Bender)&lt;br /&gt;============================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah: Begitu pula dengan usaha kita. Mereka yang ingin&lt;br /&gt;meraih keberhasilan harus menolong orang lain menjadi&lt;br /&gt;berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik&lt;br /&gt;harus menolong orang lain untuk hidup dengan baik pula.&lt;br /&gt;Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan&lt;br /&gt;yang disentuhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-7548373619306848964?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/7548373619306848964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=7548373619306848964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/7548373619306848964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/7548373619306848964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2007/06/jagung-yang-baik.html' title='JAGUNG YANG BAIK'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-3182829555614993175</id><published>2007-06-15T14:42:00.002+07:00</published><updated>2007-06-15T14:43:13.578+07:00</updated><title type='text'>Kelinci dan Kura-Kura</title><content type='html'>Disuatu masa disuatu dimensi,kura-kura berdebat&lt;br /&gt;dengan kelinci mengenai siapa yang lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan&lt;br /&gt;sepakat jalurnya.&lt;br /&gt;Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu&lt;br /&gt;kura-kura tertinggal&lt;br /&gt;jauh di belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat&lt;br /&gt;sejenak sebelum&lt;br /&gt;lanjut lagi, "Ah,gue istirahat dulu, ntar klo si kura-&lt;br /&gt;kura dah deket&lt;br /&gt;baru gue lari lagi.". Kelinci duduk di bawah pohon&lt;br /&gt;(ga di atas pohon&lt;br /&gt;karena kelinci ga bisa manjat) dan akhirnya tertidur&lt;br /&gt;pules.&lt;br /&gt;Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang&lt;br /&gt;tertidur dan memenangkan adu lari. Akhirnya&lt;br /&gt;kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah&lt;br /&gt;kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci&lt;br /&gt;melakukan Antisipasi&lt;br /&gt;Kegagalan (Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa&lt;br /&gt;kekalahannya hanya karena ia terlalu percaya diri,&lt;br /&gt;ceroboh dan lalai. "Klo kemaren gue ga macem2,&lt;br /&gt;ga mungkin gue kalah" pikir kelinci.&lt;br /&gt;Ditantangnya lg si kura-kura, "Hei kura-kura, sini&lt;br /&gt;loe... Gue ga trima&lt;br /&gt;loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali&lt;br /&gt;ini pasti gue yang&lt;br /&gt;menang" .&lt;br /&gt;Si kura-kura nyante aja ngejawab, "hayyuukk,&lt;br /&gt;siapa takut?"&lt;br /&gt;Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba&lt;br /&gt;kelinci melesat meninggalkan kura-kura dan terus&lt;br /&gt;berlari hingga ke garis finish. beneran juga, kelinci&lt;br /&gt;yang menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral : Yang cepet dan konsisten selalu&lt;br /&gt;mengalahkan yg alon-alon asal&lt;br /&gt;kelakon .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru&lt;br /&gt;nyadar klo dia ga&lt;br /&gt;bakalan bisa ngalahin kelinci dengan kondisi&lt;br /&gt;seperti itu. Ditantangnyalah kelinci adu lari lg ke&lt;br /&gt;suatu tempat. "Hei kelinci, ayo&lt;br /&gt;kita lomba lagi. Sekarang kita lewat jalan ini ke&lt;br /&gt;sana. Brani ga loe?"&lt;br /&gt;Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja&lt;br /&gt;karna dah yakin dia yang bakalan menang, wong&lt;br /&gt;kemaren aja dia bisa menang. Lomba dimulai dan&lt;br /&gt;dengen kencangnya kelinci berlari meninggalkan&lt;br /&gt;kura-kura.&lt;br /&gt;"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue&lt;br /&gt;menang." pikir kelinci. Ndilalah, ternyata jalan di&lt;br /&gt;depan kelinci terhalang sungai. "Duh, gimana nih&lt;br /&gt;gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang&lt;br /&gt;lagi" termenung si kelinci mencari jalan&lt;br /&gt;menyebrangi sungai.&lt;br /&gt;Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-&lt;br /&gt;kura dateng dan nyebur&lt;br /&gt;berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan&lt;br /&gt;menuju garis finish.&lt;br /&gt;Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral : ketahuilah...jikalau punya kemampuan dan&lt;br /&gt;ubah keadaan sesuai&lt;br /&gt;kemampuan yang kita punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun&lt;br /&gt;menghampirinya dan&lt;br /&gt;bilang,"dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi,&lt;br /&gt;tapi kita&lt;br /&gt;bareng-bareng."&lt;br /&gt;Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci&lt;br /&gt;nggendong kura-kura sampe tepi sungai.&lt;br /&gt;Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci&lt;br /&gt;menyebrangi sungai dilanjutkan kembali kelinci&lt;br /&gt;nggendong kura-kura sampe garis finish. Hasilnya&lt;br /&gt;mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa&lt;br /&gt;kerjasama bakalan percuma&lt;br /&gt;karena dengan kerjasama maka kekurangan akan&lt;br /&gt;dipenuhi oleh yg lainnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah :&lt;br /&gt;1. yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan&lt;br /&gt;yg alon-alon asal kelakon.&lt;br /&gt;2. bekerjalah sesuai kemampuanmu .&lt;br /&gt;3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim&lt;br /&gt;selalu mengalahkan&lt;br /&gt;kelebihan pribadi&lt;br /&gt;4. jangan menyerah bila gagal .&lt;br /&gt;5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan&lt;br /&gt;saingan .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-3182829555614993175?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/3182829555614993175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=3182829555614993175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/3182829555614993175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/3182829555614993175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2007/06/kelinci-dan-kura-kura.html' title='Kelinci dan Kura-Kura'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2488324117491581589.post-2127154706404496437</id><published>2007-06-15T14:42:00.001+07:00</published><updated>2007-06-15T14:42:41.912+07:00</updated><title type='text'>Tempayan Retak</title><content type='html'>Seorang tukang air India memiliki dua tempayan&lt;br /&gt;besar, masing-masing bergantung pada kedua&lt;br /&gt;ujung suatu pikulan, yang dibawa menyilang pada&lt;br /&gt;bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan&lt;br /&gt;tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan&lt;br /&gt;yang utuh itu selalu dapat membawa air penuh,&lt;br /&gt;setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah&lt;br /&gt;majikannya, tempayan retak itu hanya dapat&lt;br /&gt;membawa air setengah penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua tahun hal itu terjadi setiap hari. Si&lt;br /&gt;tukang air hanya dapat membawa satu setengah&lt;br /&gt;tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si&lt;br /&gt;tempayan yang utuh merasa bangga akan&lt;br /&gt;prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya&lt;br /&gt;dengan sempurna. Namun, si tempayan retak yang&lt;br /&gt;malang itu merasa malu sekali akan&lt;br /&gt;ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia&lt;br /&gt;hanya dapat memberi setengah dari porsi yang&lt;br /&gt;seharusnya dapat diberikannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit&lt;br /&gt;ini, tempayan retak itu berkata pada si tukang&lt;br /&gt;air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri,&lt;br /&gt;dan saya ingin mohon maaf kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?" tanya si tukang air, "Kenapa kamu&lt;br /&gt;merasa malu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini,&lt;br /&gt;membawa setengah porsi air dari yang seharusnya&lt;br /&gt;dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi&lt;br /&gt;saya yang membuat air yang saya bawa bocor&lt;br /&gt;sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.&lt;br /&gt;Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi,"&lt;br /&gt;kata tempayan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan&lt;br /&gt;retak, dan dalam belas kasihannya, ia&lt;br /&gt;berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan&lt;br /&gt;besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-&lt;br /&gt;bunga indah di sepanjang jalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan&lt;br /&gt;retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa&lt;br /&gt;ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan&lt;br /&gt;itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir&lt;br /&gt;perjalanan, ia kembali sedih karena separo air&lt;br /&gt;yang dibawanya telah bocor, dan kembali dia minta&lt;br /&gt;maaf pada si tukang air atas kegagalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang air berkata kepada tempayan&lt;br /&gt;itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-&lt;br /&gt;bunga di sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada&lt;br /&gt;bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang&lt;br /&gt;lain yang utuh. Itu karena aku selalu menyadari&lt;br /&gt;akan cacatmu dan aku memanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah menanam benih-benih bunga di&lt;br /&gt;sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita&lt;br /&gt;berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-&lt;br /&gt;benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat&lt;br /&gt;memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias&lt;br /&gt;meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana&lt;br /&gt;kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias&lt;br /&gt;rumahnya seindah sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita&lt;br /&gt;sendiri. Kita semua adalah tempayan retak.&lt;br /&gt;Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan&lt;br /&gt;kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata&lt;br /&gt;Tuhan yang bijaksana, tidak ada yang terbuang&lt;br /&gt;percuma. Jangan takut akan kekuranganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat&lt;br /&gt;menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di&lt;br /&gt;dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan&lt;br /&gt;kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang disebut sebagai orang yang sukses jika&lt;br /&gt;ia bisa tetap hidup dan menikmati kesuksesannya&lt;br /&gt;dengan rasa bersyukur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2488324117491581589-2127154706404496437?l=armoxer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://armoxer.blogspot.com/feeds/2127154706404496437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2488324117491581589&amp;postID=2127154706404496437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/2127154706404496437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2488324117491581589/posts/default/2127154706404496437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://armoxer.blogspot.com/2007/06/tempayan-retak.html' title='Tempayan Retak'/><author><name>Kholiqin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger2/661/303750502623484/240/gse_multipart52157.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
