Jumat, 15 Juni 2007

JAGUNG YANG BAIK

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui
rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun
selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian.
Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia
khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung
terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.



"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada
tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini
juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan.



"Tak tahukah anda?," jawab petani itu. "Bahwa angin
menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan
menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila
tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang
ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan
kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung
yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan
jagung yang baik pula."



(James Bender)
============================

Hikmah: Begitu pula dengan usaha kita. Mereka yang ingin
meraih keberhasilan harus menolong orang lain menjadi
berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik
harus menolong orang lain untuk hidup dengan baik pula.
Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan
yang disentuhnya.

Kelinci dan Kura-Kura

Disuatu masa disuatu dimensi,kura-kura berdebat
dengan kelinci mengenai siapa yang lebih cepat.

Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan
sepakat jalurnya.
Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu
kura-kura tertinggal
jauh di belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat
sejenak sebelum
lanjut lagi, "Ah,gue istirahat dulu, ntar klo si kura-
kura dah deket
baru gue lari lagi.". Kelinci duduk di bawah pohon
(ga di atas pohon
karena kelinci ga bisa manjat) dan akhirnya tertidur
pules.
Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang
tertidur dan memenangkan adu lari. Akhirnya
kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah
kalah.


Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya


Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci
melakukan Antisipasi
Kegagalan (Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa
kekalahannya hanya karena ia terlalu percaya diri,
ceroboh dan lalai. "Klo kemaren gue ga macem2,
ga mungkin gue kalah" pikir kelinci.
Ditantangnya lg si kura-kura, "Hei kura-kura, sini
loe... Gue ga trima
loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali
ini pasti gue yang
menang" .
Si kura-kura nyante aja ngejawab, "hayyuukk,
siapa takut?"
Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba
kelinci melesat meninggalkan kura-kura dan terus
berlari hingga ke garis finish. beneran juga, kelinci
yang menang.


Moral : Yang cepet dan konsisten selalu
mengalahkan yg alon-alon asal
kelakon .


Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru
nyadar klo dia ga
bakalan bisa ngalahin kelinci dengan kondisi
seperti itu. Ditantangnyalah kelinci adu lari lg ke
suatu tempat. "Hei kelinci, ayo
kita lomba lagi. Sekarang kita lewat jalan ini ke
sana. Brani ga loe?"
Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja
karna dah yakin dia yang bakalan menang, wong
kemaren aja dia bisa menang. Lomba dimulai dan
dengen kencangnya kelinci berlari meninggalkan
kura-kura.
"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue
menang." pikir kelinci. Ndilalah, ternyata jalan di
depan kelinci terhalang sungai. "Duh, gimana nih
gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang
lagi" termenung si kelinci mencari jalan
menyebrangi sungai.
Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-
kura dateng dan nyebur
berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan
menuju garis finish.
Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.

Moral : ketahuilah...jikalau punya kemampuan dan
ubah keadaan sesuai
kemampuan yang kita punya


Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun
menghampirinya dan
bilang,"dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi,
tapi kita
bareng-bareng."
Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci
nggendong kura-kura sampe tepi sungai.
Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci
menyebrangi sungai dilanjutkan kembali kelinci
nggendong kura-kura sampe garis finish. Hasilnya
mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.


Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa
kerjasama bakalan percuma
karena dengan kerjasama maka kekurangan akan
dipenuhi oleh yg lainnya .


Hikmah :
1. yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan
yg alon-alon asal kelakon.
2. bekerjalah sesuai kemampuanmu .
3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim
selalu mengalahkan
kelebihan pribadi
4. jangan menyerah bila gagal .
5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan
saingan .

Tempayan Retak

Seorang tukang air India memiliki dua tempayan
besar, masing-masing bergantung pada kedua
ujung suatu pikulan, yang dibawa menyilang pada
bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan
tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan
yang utuh itu selalu dapat membawa air penuh,
setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah
majikannya, tempayan retak itu hanya dapat
membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun hal itu terjadi setiap hari. Si
tukang air hanya dapat membawa satu setengah
tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si
tempayan yang utuh merasa bangga akan
prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya
dengan sempurna. Namun, si tempayan retak yang
malang itu merasa malu sekali akan
ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia
hanya dapat memberi setengah dari porsi yang
seharusnya dapat diberikannnya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit
ini, tempayan retak itu berkata pada si tukang
air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri,
dan saya ingin mohon maaf kepadamu."

"Kenapa?" tanya si tukang air, "Kenapa kamu
merasa malu?"

"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini,
membawa setengah porsi air dari yang seharusnya
dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi
saya yang membuat air yang saya bawa bocor
sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.
Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi,"
kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan
retak, dan dalam belas kasihannya, ia
berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan
besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-
bunga indah di sepanjang jalan."

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan
retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa
ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan
itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir
perjalanan, ia kembali sedih karena separo air
yang dibawanya telah bocor, dan kembali dia minta
maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan
itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-
bunga di sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada
bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang
lain yang utuh. Itu karena aku selalu menyadari
akan cacatmu dan aku memanfaatkannya.

Aku telah menanam benih-benih bunga di
sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita
berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-
benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat
memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias
meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana
kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias
rumahnya seindah sekarang."

Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita
sendiri. Kita semua adalah tempayan retak.
Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan
kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata
Tuhan yang bijaksana, tidak ada yang terbuang
percuma. Jangan takut akan kekuranganmu.

Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat
menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di
dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan
kita.

Seseorang disebut sebagai orang yang sukses jika
ia bisa tetap hidup dan menikmati kesuksesannya
dengan rasa bersyukur.